4 Fakta pembangunan jalan dari sampah plastik, dimulai dari Bekasi

In Berita Terhangat dan Terkini by Kia Pratiwi

Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Panjaitan, mengatakan sampah plastik di laut saat ini telah menimbulkan kerugian sebesar USD 1,2 miliar di bidang perikanan, perkapalan, pariwisata dan bisnis asuransi. “Ini bisa berujung kepada malapetaka jika kita tidak segera bergerak karena pengangguran bisa menimbulkan masalah kemiskinan dan sosial dan akan berujung pada radikalisme dan terorisme,” ujar Menko Luhut. Maka dari itu, sebagai salah satu solusinya, Kementerian Koordinator Kemaritiman berencana memanfaatkan sampah plastik untuk pembangunan jalan. Untuk itu, lembaga yang dipimpin Luhut Binsar Panjaitan tersebut bakal menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Institut Teknologi Bandung, Badan Pengkajian dan Penerapatan Teknologi (BPPT).

Tindak Lanjut Rencana Jalan Dari sampah Plastik


Kemitraan ini diperlukan untuk tindak lanjut implementasi jalan raya plastik, alih teknologi termasuk pelaksanaan demonstration project,” kata Asisten Deputi Kemaritiman Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nani Hendiarti, dalam siaran pers. Sementara terkait regulasi, data sampah, perjanjian kerja sama dan Nota Kesepahaman, Kemenko Maritim bermitra dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Kementerian Luar Negeri.” Harus diakui, hingga saat ini, Indonesia masih memiliki masalah dalam pengelolaan sampah plastik. Di sisi lain, pembakaran sampah plastik yang tak bisa didaur ulang bisa menimbulkan residu karsinogenik yang berbahaya bagi kesehatan.

Bekasi jadi lokasi percontohan jalan sampah plastik


  • Connector.

    1. Bekasi jadi lokasi percontohan jalan sampah plastik

    Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Basuki Hadimuljono berencana akan memanfaatkan sampah plastik dalam pembangunan jalan di Indonesia. Balitbang Kementerian PU-Pera sudah melakukan penelitian dan percobaan terhadap pemanfaatan sampah tersebut.”Nah ini (sampah) kita akan coba sebagai bahan campuran aspal untuk pembangunan jalan. Balitbang PU sudah melakukan penelitian dan percobaan, dan itu bisa untuk dijadikan salah satu komponen dari campuran aspal. Sekitar 6 persen dari keseluruhan total itu, nah itu kita akan coba,” ujar Menteri Basuki di Kemenko Maritim, Jakarta.Menteri Basuki mengatakan salah satu daerah yang akan dijadikan pengaplikasian program tersebut adalah Bekasi, Jawa Barat. Penerapan program tersebut akan dilaksanakan dalam waktu dekat. “Tahun ini Balitbang sudah punya programnya, nanti di Bekasi akan kita akan segera laksanakan,” jelasnya.

  • Connector.

    2. Jalan sampah plastik lebih mahal dari aspal

    Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono memilih Bekasi, Jawa Barat sebagai daerah yang akan memanfaatkan sampah plastik dalam pembangunan jalannya. Pembangunan jalan dengan aspal campuran sampah plastik ini diakui lebih mahal yang mencapai Rp 1 milliar untuk 1 kilometer.”Masuk anggaran 2017. Satu kilometer itu Rp 1 miliar biayanya. Lebih mahal sedikit (dari campuran lain). Efisiensi nanti diukur semua,” ujar Menteri Basuki di Gedung Kementerian Koordinator Kemaritiman, Jakarta.

  • Connector.

    3. Kualitas jalan sampah plastik lebih baik dari aspal

    Meski lebih mahal, pemerintah tetap memilih campuran sampah plastik karena campuran tersebut lebih kuat, fleksibel dan lentur. “Ya karena lebih baik, lebih fleksibel dan lentur,” jelas Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono.Selain masalah kualitas, alasan pemerintah menggunakan campuran aspal dan sampah plastik adalah karena saat ini masalah sampah di Indonesia sudah tahap serius. Di Bali saja, sampah sudah menggunung 40 meter.”Kita akan pakai itu, harus kita lakukan karena sampah kita di Bali sudah 40 meter tingginya. Sungai kita katanya sedimentasi, kalau dikeruk sampah semua,” pungkasnya.

  • Connector.

    4. Manfaatkan sampah plastik jadi jalan, Indonesia belajar ke India

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan sangat tertarik dengan proyek daur ulang di India. Di mana, sampah diolah menjadi bahan pembuatan aspal jalan. “Kami mengundang ada satu ahli dari India yang sudah berhasil mengkonversi plastik jadi campuran aspal,” ungkapnya dalam rapat bersama Badan Anggaran DPR RI, di Senayan, Jakarta Pusat.”Kemarin datang ke kantor, saya ketemu, dan saya izin mungkin akan coba bikin pilot project mungkin 1-2 km sehingga dengan begitu kita lihat,” tambahnya. Lebih jauh, Mantan Menko Polhukam ini mengatakan, ada cukup banyak keuntungan dari penggunaan sampah plastik daur ulang ini, seperti hemat anggaran dan jalan yang dibangun pun terbukti berkualitas. “Dan itu menghemat 10 persen dari cost. Ketahanan jalannya luar biasa, India sudah bangun 100.000 km, dan itu selama 12 tahun tidak ada pemeliharaan. Karena kuat,” tegasnya.

(Visited 22 times, 1 visits today)