5 Strategi Trading Paling Nyeleneh: Cuaca, Feng Shui, Hingga Astrologi

In Strategy Trading by Kia Pratiwi

Pernahkah melihat meme forex yang menyebut “Kalau hujan, sell. Kalau terang, buy”? Kedengarannya sembrono, tetapi ada saja yang melakukannya; entah karena trader sedang “malas mikir” atau sengaja coba-coba. Namun, tahukah Anda, tak hanya cuaca yang dijadikan patokan nyeleneh para trader forex maupun index. Di luar sana, ada bermacam-macam strategi trading “aneh tapi nyata”, yang sama sekali tak menyinggung soal indikator teknikal , sentimen pasar, maupun analisa fundamental yang sudah umum digunakan.

Berikut Strategy Nyeleneh :


  • Connector.

    1. Strategi Trading Berdasarkan Cuaca

    Ada mitos (yang kemudian diwujudkan dalam meme forex di atas) bahwa pasar finansial cenderung menunjukkan performa lebih baik ketika cuaca cerah, dibanding ketika cuaca berawan. Kabarnya, hal ini bermula dari sebuah riset yang menampilkan bahwa pasar saham cenderung naik ketika cuaca cerah karena sentimen pelaku pasar yang lebih baik (perlu diketahui: Seputarforex gagal mengkonfirmasi riset yang disebut-sebut ini).Namun, pada hemat kami, ada cara lain untuk trading berdasarkan cuaca yang sepintas lebih masuk akal. Yaitu dengan menghubungkan kondisi cuaca dengan perubahan pada indikator fundamental. Misalnya:Badai tornado atau bencana alam lainnya yang menimbulkan banyak korban jiwa dan material, bisa menekan sentimen pelaku pasar atas mata uang dari negara yang terdampak, karena besarnya dana bantuan yang harus diluncurkan. Contohnya peristiwa Badai Katrina yang sempat berimbas pada nilai Dolar AS.Musim kemarau atau kondisi cuaca ekstrim yang mengakibatkan kerusakan parah di wilayah pertanian atau peternakan, maka akan berimbas pada harga komoditas terkait.

  • Connector.

    2. Strategi Trading Berdasarkan Kemenangan Super Bowl

    Super Bowl adalah kompetisi final American Football (Sepak Bola Amerika) yang diadakan secara tahunan. Dahulu, Super Bowl pertama kali digelar pada 15 Januari 1967 sebagai penyatuan dua liga yang bersaing, yaitu NFL (National Football League) dan AFL (American Football League). Apa hubungannya dengan trading? Pada tahun 1990, dua peneliti menemukan Super Bowl Stock Market Predictor. Teori mereka menyatakan bahwa jika tim dari liga NFL lama memenangkan Super Bowl, maka pasar saham akan naik pada tahun yang sama; sedangkan bila tim dari liga AFL yang menang, maka pasar akan jatuh.Di tahun 2010, seorang profesor dari Washington and Lee University, George Kester, mengkonfirmasi bahwa akurasi strategi ini mencapai 77%. Namun, sejauh ini belum ada laporan mengenai ada atau tidaknya trader Amerika Serikat yang benar-benar menggunakan strategi trading tersebut.

  • Connector.

    3. Pip Milking Strategy

    Strategi trading ketiga ini tidak berdasarkan cuaca atau kemenangan tim olahraga favorit, tetapi juga tidak membutuhkan pengetahuan teknikal rumit seperti Ichimoku atau Price Action, melainkan sekedar berdasarkan….bentuk pergerakan harga di chart.Menurut pembuatnya, seorang analis bernama Navin Prithyani, Pip Milking Strategy terutama didasarkan pada pemilihan level support dan resisten. Pertama-tama, buka chart pada timeframe 15M atau lebih. Anda perlu mengidentifikasi setidaknya dua Swing high dalam kondisi uptrend, atau dua Swing low dalam kondisi downtrend. Selanjutnya, Anda tempatkan buy/sell pada level high atau low pertama saat Swing berikutnya. Bingung? identifikasi bentuk “U”, seperti ditampilkan dalam beberapa screenshot ini. Gambar pertama menunjukkan contoh kondisi untuk open buy, sedangkan gambar kedua mencontohkan kondisi untuk open sell.

  • Connector.

    4. Strategi Trading Berdasarkan Feng Shui.

    Sebuah lembaga riset finansial asal Hong Kong bernama CLSA, setiap tahun sejak 1992 menerbitkan legenda Feng Shui berjudul Feng Shui Index bagi pasar saham Hang Seng berdasarkan peta takdir tahun terkait dan tanggal kelahiran Indeks Hang Seng (24 November 1969, Earth Rooster). Konon, indeks ini cukup laris manis, hingga CLSA mengadakan forum investor yang berpindah-pindah lokasinya, dari China, Jepang, hingga India.Apa isi legenda Feng Shui ini? Bukan soal dimana posisi laptop yang tepat saat trading. Juga tidak menyinggung tentang benda keberuntungan apa yang perlu digenggam sambil open buy. Berdasarkan bagian kecil yang bisa kita intip, isinya berkaitan dengan bagaimana prediksi performa pasar setiap bulan dan sektor-sektor mana saja yang akan tampil prima pada bulan-bulan tertentu. Umpamanya, pada Feng Shui Index 2017, CLSA meramalkan sektor berhubungan dengan elemen earth, seperti industri properti, sumber daya alam, dan energi terbarukan, bakal menunjukkan potensinya di kuartal ketiga.Pamor Feng Shui Index ini cukup tinggi, karena CLSA telah sukses menyabet berbagai penghargaan, termasuk Thomson Reuters The StarMine Analyst Awards 2015. Sayang sekali, indeks hanya mencakup pasar saham saja. Dalam legenda ini agaknya tak disebutkan mengenai bagaimana nasib Dolar AS, Pounds, Euro, Yen, maupun Rupiah.

  • Connector.

    5. Astrologi Trading

    Tak ingin ketinggalan dengan pendahulunya di Asia, astrolog Barat pun memunculkan ramalan pasar berdasarkan pergerakan planet-planet dan bintang. Topik ini mengemuka dalam sebuah tulisan oleh Khit Wong dari Trine Aspect di FXStreet. Katanya, planet-planet bergerak 24 jam di langit dan terus menerus memberikan sinyal mengenai pasar finansial. Yah, hanya selisih 48 jam dari pasar forex yang buka 24 jam, 5 hari seminggu.Wong memberi contoh saat Uranus melintasi Aries pada 28 Mei 2010, tanggal itu bertepatan dengan permulaan pasar bullish Dow Jones hingga beberapa tahun kemudian.

(Visited 18 times, 1 visits today)