7 Strategi Trading Forex Terbaik Menurut Grace Cheng

In Kisah Sukses Dari Trading by Kia Pratiwi

Banyak trader mencari strategi trading forex paling sempurna yang bisa diterapkan sepanjang waktu dan relevan di semua kondisi pasar. Padahal, kunci sukses menemukan strategi trading forex terbaik ada pada pemahaman dan penerapan di kondisi pasar yang tepat. Dengan prinsip tersebut, Grace Cheng menemukan 7 strategi trading forex terbaik versinya sendiri. Namun sebelum mengupas satu persatu strategi yang dimaksud, mari kita mengenal lebih dekat sosok Grace Cheng terlebih dulu.

Siapakah Grace Cheng?
Sebelum menjelma sebagai trader forex sukses, Grace Cheng adalah lulusan National University of Singapore di bidang Biologi. Didasari keinginan kuat untuk bisa mandiri secara finansial, ia pun melahap berbagai buku investasi, hingga akhirnya memutuskan untuk mendalami trading forex. Grace Cheng menghabiskan banyak waktu di akun demo sebelum akhirnya memantapkan diri menjadi full-time trader. Ia suka trading di pair mayor seperti EUR/USD dan USD/CHF, serta menggunakan strategi day trading.

Grace Cheng kemudian membuat blog dan mempublikasikan diary tradingnya di sana. Tak disangka, keberaniannya tersebut berbuah manis karena kesuksesan trading yang dituangkan di blog-nya berhasil menarik banyak pengunjung dari berbagai negara, termasuk Inggris dan Amerika Serikat. Selain itu, Grace Cheng berkontribusi di berbagai media populer seperti Technical Analysis of Stocks & Commodities, The Trader’s Journal, The Forex Journal, Investopedia, dan Smart Investor. Grace Cheng lalu dihubungi oleh salah satu perusahaan penerbit asal Inggris, Harriman House, yang menawarinya kerja sama untuk membuat buku trading forex. Dari situ, lahirlah karya Grace Cheng yang menjadi inspirasi artikel ini, yaitu buku berjudul 7 Winning Strategies for Trading Forex.

Lantas, apa sajakah 7 strategi trading forex yang dibahas dalam bukunya?

1. Mengikuti Sentimen Pasar

Teknik ini sebenarnya cuma menjadi salah satu bagian dari keseluruhan strategi trading yang biasanya melibatkan aturan entry dan exit. Meski demikian, mengikuti sentimen pasar bisa menjadi landasan paling penting dalam pengambilan keputusan trading.
Grace Cheng menggunakan ilmu fundamental untuk mengetahui sentimen pasar, yang menurutnya bisa dikenali dalam 3 jenis: bullish, bearish, dan tidak tentu. Pemahaman terhadap indikator-indkator ekonomi pun disorot sebagai ilmu yang perlu dipelajari trader untuk bisa menguasai strategi ini.

Tak cukup hanya dengan mengetahui sentimen pasar, Grace Cheng juga merekomendasikan trader untuk mengukur kekuatannya. Metode yang dipilihnya untuk menngidentifikasi kekuatan sentimen adalah dengan menyimak rilis data commitment Of Traders (COT), dan analisa pergerakan harga setelah suatu data fundamental penting diterbitkan.

2. Trend Riding

Trend riding, atau yang sering dikenal sebagai trend following adalah salah satu strategi andalan Grace Cheng. Trader wanita asal Singapura ini mengaku tak pernah meributkan cara mengantisipasi perubahan arah trend agar bisa menangkap peluangnya seawal mungkin. Berdasarkan pengalamannya selama ini, mengikuti trend yang sudah terbentuk saja sudah bisa memberinya keuntungan yang memuaskan.

Ada 6 langkah eksekusi dalam strategi trend riding yang diaplikasikan Grace Cheng, di antaranya adalah:

  1. Tentukan berapa lama Anda ingin menahan posisi. Hal ini akan menentukan pilihan time frame trading yang paling sesuai dengan kondisi Anda. Menurut Grace Cheng, ada 3 jenis time frame yang perlu diamati dalam strategi trend riding, yaitu time frame besar, sedang, dan kecil.

    Time frame besar menggambarkan trend jangka panjang, sedangkan time frame sedang dan kecil masing-masing menunjukkan identifikasi trend jangka menengah dan pendek.

  2. Pastikan sentimen pasar saat ini sudah sesuai dengan trend yang terbentuk di chart. Untuk mengenali dan mengukur sentimen tersebut, Anda dapat menerapkan strategi sebelumnya.
    Sedangkan untuk mengetahui arah trend, Anda bisa menggunakan trendline. Dalam mengenali trend harga, Anda juga sebaiknya memahami tahap-tahap pembentukan trend yang menurut Grace Cheng terjadi dalam 4 fase: nascent (baru terbentuk), fully charged (bergerak kencang), aging (melambat), dan end (berakhir).Keberhasilan mengidentifikasi trend akan mempermudah Anda menghindari salah entry di fase trend yang tidak terlalu menguntungkan.
  3. Amati validitas trendline. Hal itu bisa dilihat dari seberapa sering harga menguji trendline. Semakin sering kondisi itu terjadi, maka semakin valid trendline tersebut.
  4. Konfirmasi arah dan kekuatan trend. Di tahap ini, Grace Cheng menyarankan penggunaan indikator ADX atau oscillator seperti Stochastic dan MACD
  5. Entry order berdasarkan trend di time frame jangka pendek.
  6. Tempatkan Stop Loss paling tidak 20 pips dari trendline.

3. Breakout Fading

Strategi ini berlawanan dengan trading breakout yang mencari keuntungan dari penembusan harga di level-level penting. Dengan kata lain, breakout fading mengidentifikasi sinyal false breakout dan cenderung selaras dengan cara trading dipasar sideways. Strategi ini sangat tepat diterapkan pada pasar tenang, dengan pergerakan harga yang tidak terlalu bergejolak dan relatif mematuhi batas-batas support dan resistance. Untuk entry order, Grace Cheng merekomendasikan trader untuk berpatokan pada time frame kecil seperti H1. Sementara itu, Stop Loss ada baiknya diposisikan 20-30 pips di luar range support resistance.

4. Breakout Trading

Hampir semua trader tertarik memanen keuntungan besar dalam waktu singkat. Salah satu strategi trading forex terbaik untuk mendapatkannya adalah breakout trading. Namun agar tidak terjebak sinyal false breakout, Grace Cheng akan mengkonfirmasi tanda-tanda breakout dengan melihat penguatan momentum harga. Beberapa cara ideal yang disebutnya bisa digunakan untuk mengetahui momentum adalah, mengamati pergerakan histogram MACD dari level 0, memperhatikan level overbought dan oversold RSI, serta menggunakan sinyal divergence yang bisa didapat dari perbedaan gerak harga dengan MACD atau RSI.
Di samping itu, memastikan entry setelah harga benar-benar tertutup di bawah support atau di atas resistance, serta mengetahui sentimen pasar juga bisa memberi konfirmasi lebih lanjut untuk menghindari false breakout.

5. Breakout Dari Volatilitas Rendah

Masih seputar strategi breakout, Grace Cheng kali ini menekankan pengambilan peluang saat volatilitas harga sedang surut. Dari sini, Anda mungkin bertanya-tanya, mengapa justru mencari peluang saat volatilitas rendah? Bukankah potensinya akan sangat kecil jika dibandingkan dengan breakout saat pasar ramai? Yang perlu diketahui di sini adalah, Grace Cheng mencari peluang hanya di saat menjelang rilis berita atau pengumuman fundamental penting. Dengan demikian, ia bisa mengambil keuntungan dari perubahan volatilitas harga. Secara teknikal, trader yang pernah mengelola kursus trading PowerFXCourse ini menyarankan aplikasi indikator Bollinger Bands untuk mendeteksi volatilitas.

Sedangkan untuk melihat peluang breakout, trader bisa menggunakan analisa price pattern dan mencermati pola harga yang terbentuk di chart. Jika harga sedang membentuk salah satu dari pola pila segitiga, maka itulah peluang terbaik untuk entry dengan strategi ini.

6. Carry Trade

Dikategorikan sebagai strategi jangka panjang yang bertujuan mendapatkan profit dari swap positif, Grace Cheng mengenali carry trade sebagai strategi favorit para pemain besar di pasar forex. Kunci keberhasilan strategi ini sebagian besar terletak pada pemilihan pair trading. Hal itu karena pair dengan 2 mata uang yang suku bunganya berbeda jauh akan memberikan keuntungan lebih banyak. Selain itu,analisa fundamental turut menjadi fondasi keberhasilan carry trade, karena sangat penting bagi trader untuk bisa memahami dan mengikuti update kebijakan suku bunga bank sentral.

7. News Straddling

Strategi trading forex terbaik paling akhir yang disebutkan Grace Cheng adalah news straddling. Sesuai namanya, strategi ini berpatokan pada berita forex berdampak tinggi, untuk mencari peluang profit dari pergerakan besar pasca rilis berita.

Rekomendasi Grace Cheng untuk strategi ini adalah:

  • Fokus pada pair mayor, terutama EUR/USD.
  • Gunakan time frame intraday (H1 ke bawah).
  • Tentukan support dan resistance yang membentuk channel harga.
  • Pasang Pending Order buy dan sell di atas resistance dan di bawah support.
  • Entry hanya pada level harga yang diinginkan. Jika hal itu tak bisa terpenuhi karena risiko requote ataupun slippage, sebaiknya jangan trading.
  • Untuk memperkecil kerugian jika kedua Pending Order  sama-sama tersentuh, tempatkan Stop Loss pending buy pada jarak 20 pips di bawah resistance, dan Stop Loss pending sell 20 pips di atas support. Ini merupakan solusi manual yang tidak perlu melibatkan plugin eksternal seperti OCO Order.
Kesimpulan :
Suatu strategi trading bisa menjadi yang terbaik bagi seorang trader jika ia mampu memahami dan menerapkannya dengan tepat. Percuma Anda menerapkan strategi trading forex terbaik jika gagal memahami kaidah-kaidahnya. Tak ada gunanya pula Anda menggunakan strategi trading forex terbaik jika tak tahu kapan dan di mana harus mengaplikasikannya.

Untuk itu, sebaiknya pilih strategi yang paling mudah menurut Anda dan pelajari baik-baik penggunaannya. Dalam hal ini, 7 strategi trading forex terbaik versi Grace Cheng bisa menjadi tempat Anda memulai seleksi strategi paling ideal.

(Visited 34 times, 1 visits today)