AI Buatan Google, AlphaGo Kalahkan Pemain Go Nomor 1 Dunia

In Berita Terhangat dan Terkini by Della Fitriani

DeepMInd-AlphaGo-Google

Tahun 2016, Google membuat sejarah dengan mengalahkan pemain Go dua di dunia, Lee Sedol, menggunakan artificial intelligence (AI) buatan mereka, AlphaGo. Dan kali ini kecerdasan buatan tersebut berhasil meraih pencapaian yang lebih mentereng.

CEO dari DeepMind, Demis Hassabis, mengkonfirmasi bahwa AlphaGo telah memenangkan lebih dari 50 games melawan berbagai kompetitor yang memimpin dalam Go, termasuk pemain ranking 1 yaitu KeJie. Pengumuman tersebut datang setelah user misterius dengan nick “Master” membuat kehebohan dalam komunitas online Go dengan mengalahkan berbagai lawan dengan caranya sendiri.

AlphaGo Kecerdasan Buatan dari Google DeepMind

Pada tahun 2014 Google membeli startup asal Inggris yaitu DeepMind. DeepMind menjadi laboratorium utama Google untuk mengembangkan dan meneliti artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Hari ini kepala DeepMind Demis Hassabis mengumumkan bahwa mereka membuat sebuah AI yang bisa mengalahkan manusia pada permainan tradisional Cina yaitu Go.  Permainan ini secara luas dianggap sebagai patokan kemampuan AI untuk berpikir. Divisi Google mengumumkan temuan penuh mereka di jurnal penelitian Nature. Kompleksitas permainan Go timbul dari banyak orang dengan banyak kemungkinan kombinasi. Dengan demikian, untuk bisa memenangkan pertandingan Go menggunakan metode AI tradisional yaitu dengan menghitung semua gerakan yang mungkin tidak bekerja.

Alpha Go menggunakan kombinasi dari algoritma pencarian Tree dan jaringan syaraf buatan.

Berdasarkan penjelasan Google, Alpha Go menggunakan kombinasi dari algoritma pencarian Tree dan jaringan syaraf buatan.

Singkatnya, pencarian Tree merupakan sebuah algoritma yang digunakan untuk menentukan proses pengambilan keputusan. Kemudian untuk jaringan syaraf, Alpha Go menggunakan dua jaringan syaraf buatan sekaligus.

Pertama adalah jaringan Policy yang memungkinkan komputer untuk mengambil langkah-langkah permainan selanjutnya. Kedua, adalah jaringan Value yang akan memprediksi langkah-langkah yang bisa membawa kemenangan.

Dua jaringan syaraf buatan tersebut secara tidak langsung telah membuat Alpha Go bekerja layaknya otak manusia. Keduanya bahkan telah dilatih dengan 30 juta langkah yang diambil dari pertandingan-pertandingan yang dimainkan oleh para ahli Go sebelumnya, sampai Alpha Go mampu memprediksi 57 persen permainan.

(Visited 15 times, 1 visits today)