Bangkit Setelah Kerugian Beruntun

In Psikologi Trading by Kia Pratiwi

Hampir semua trader pernah mengalami kerugian beruntun yang menyebabkan panik atau bahkan frustasi. Kerugian beruntun bisa terjadi setiap saat dan tidak terhindarkan. Banyak trader yang bertindak emosional setelah mengalami kerugian beruntun sehingga semakin memperbesar kerugian dan bisa berakibat fatal. Bagaimana kita seharusnya menyikapi kerugian beruntun dan bangkit lagi? Berikut penjelasannya.

Berikut Tips Bangkit Dari Kerugian yang Beruntun

  • Connector.

    1. Mengenali jenis kerugian

    Hal pertama yang harus Anda lakukan untuk bangkit dari kerugian beruntun adalah mengetahui jenis kerugian yang Anda alami. Pada dasarnya ada 2 jenis kerugian yang sering dialami trader yaitu jenis kerugian yang normal dan jenis kerugian akibat pengaruh emosi atau kerugian emosional. Kerugian normal adalah jenis kerugian yang secara statistik memang harus terjadi. Dalam hal ini pada setiap sistem trading selalu ada losing rate atau persentase kerugian setelah sekian kali trade meskipun Anda konsisten dan disiplin mengikuti rencana trading. Hal itu disebabkan karena tidak ada sistem trading yang winning rate atau persentase profitnya 100%. Jika setelah diuji (backtest) ternyata persentase profitnya 60% maka persentase kerugiannya adalah 40%, dan jika Anda menggunakan sistem trading tersebut maka kemungkinan Anda mengalami loss setelah sekian kali trade adalah 40%. Misal setelah 100 kali trade kemungkinan Anda akan mengalami kerugian sebanyak 40 kali, bisa kerugian yang sekali-kali atau kerugian beruntun, dan itu adalah kerugian normal yang secara statistik harus terjadi.Kerugian akibat pengaruh emosi atau kerugian emosional biasanya disebabkan oleh over trading karena serakah (greed), euforia setelah profit besar atau rasa ingin `balas dendam` setelah kerugian beruntun. Euforia setelah profit membuat kita terlalu percaya diri atau over confidence sementara kerugian besar atau beruntun bisa membuat kita emosional dan entry berkali-kali untuk menebus kerugian yang telah kita alami. Disamping itu tindakan intervensi pada posisi yang telah kita buka sesuai rencana juga bisa menyebabkan kerugian, misal menggeser level stop loss karena takut tersentuh atau langsung cut loss secara manual sebelum menyentuh level stop loss.Faktor emosi sering sangat mempengaruhi cara trading dan relatif sulit untuk dikendalikan terutama bagi trader pemula, oleh karenanya kita harus membuat rencana trading berdasarkan sistem yang telah teruji dan dilaksanakan dengan benar dan sabar tanpa keterlibatan emosi, dengan demikian kita bisa terhindar dari kebiasaan over trading dan intervensi posisi. Kerugian yang disebabkan oleh trade yang diluar rencana trading pasti kerugian akibat pengaruh emosi, dan kita harus bisa menghindari kerugian emosional atau kerugian yang tidak normal ini.

  • Connector.

    2. Mengetahui bahwa keberhasilan dalam trading diukur setelah suatu periode waktu tertentu, bukan dari sekali atau dua kali trade

    Hal kedua untuk bisa bangkit dari kerugian beruntun adalah mengetahui bahwa sekali loss atau bahkan loss yang beruntun tidak signifikan bagi kinerja trading dalam jangka panjang selama loss tersebut normal dimana kita trading sesuai dengan rencana yang dibuat berdasarkan sistem trading yang telah teruji. Mungkin saja Anda mengalami kerugian sekian kali secara beruntun tetapi bukan berarti Anda harus panik atau frustasi yang bisa menjurus pada tindakan emosional dan mengakibatkan Anda trading diluar rencana. Tetap berpegang pada sistem trading dan disiplin menjalankan rencana yang telah dibuat, Anda akan melihat hasilnya seiring dengan bertambahnya jumlah trade yang Anda lakukan.

  • Connector.

    3. Mengetahui bahwa emosi yang negatif tidak akan membantu menghasilkan profit

    Jika Anda jatuh ke dalam jebakan emosi negatif akibat kerugian normal yang beruntun maka hal tersebut tidak akan membantu Anda memperbaiki keadaan, bahkan trading Anda bisa lebih buruk jika Anda bertindak emosional. Trading forex memang menjanjikan keuntungan yang tidak terbatas, tetapi juga kerugian yang tak terbayangkan. Inilah alasannya kenapa banyak trader yang dengan cepat bisa terjebak dan dikuasai oleh emosinya. Dalam hal apapun reaksi yang hanya didasarkan pada emosi yang negatif akan cenderung berbahaya, apa lagi dalam trading. Emosi memang tidak bisa dihilangkan, tetapi bisa dikendalikan.Ingat bahwa sukses Anda dalam trading diukur setelah sekian kali trade dan dalam periode waktu yang panjang, bisa sekian bulan atau bahkan tahun, bukan hasil trading sehari atau seminggu. Jika sebelumnya Anda cenderung emosional, sekarang Anda harus konsisten pada sistem trading yang telah teruji dan disiplin dalam menjalankan rencana trading serta bisa menerima kerugian normal yang secara statistik memang harus terjadi. Kerugian normal adalah bagian dari permainan.

(Visited 14 times, 1 visits today)