Data Pengeboran Di AS Dorong Harga Minyak Naik

Pada penghujung sesi perdagangan Amerika hari Jumat, harga minyak acuan melonjak 3 persen. Pagi ini, minyak mentah Brent diperdagangkan di kisaran $52.68 per barel, hanya turun 3 sen dari harga penutupan sebelumnya. Sementara West Texas Intermediate (WTI) bertahan di kisaran $48.50, lengser 1 sen dari harga penutupan. Baca Selengkapnya »

Ekspektasi Ekonomi Membaik, Sentimen Konsumen AS Agustus Melonjak

Pada pukul 21:28 WIB, Greenback bergerak variatif terhadap major currency. Pasangan mata uang EUR/USD berada di level 1.1750, GBP/USD berada di level 1.2860, dan USD/JPY berada di level 108.72. Dollar AS menyentuh low 1 pekan versus Yen, lantaran Investor mencari aset Safe Heaven di tengah tidak jelasnya kemampuan Gedung Putih dalam mendorong agenda ekonomi AS. Baca Selengkapnya »

Perekonomian Global Tampak Setuju untuk Pertumbuhan yang Lebih Cemerlang

Perekonomian dunia terlihat dalam perjalanan menuju pertumbuhan yang lebih cepat dan menguat setelah naik pada laju yang paling cepat dalam 2 1/2 tahun di kuartal kedua. Ekspansi ini berbasis luas seiring lambannya waktu lama Jepang dan kawasan euro menguat. Yang lebih menggembirakan: Keuntungan terlihat berkelanjutan karena tidak menghasilkan banyak inflasi atau ekses lain yang sering menandakan penurunan, kata para ekonom. ... Baca Selengkapnya »

Dolar AS Stabil Di Sesi Asia Setelah Timbun Gain

USD/JPY diperdagangkan stabil di harga 110.653, menjauhi level rendah 110.427 yang tercapai sebelum pembatalan serangan oleh Korut. EUR/USD tampak flat setelah mendulang kenaikan 0.1 persen ke harga 1.1743. Saat berita ini ditulis, EUR/USD diperdagangkan pada kisaran 1.1739. Baca Selengkapnya »

Nilai Tukar Rupiah Tergelincir, Menguatnya Dolar AS

Kurs Rupiah terhadap Dolar AS terbilang melemah hingga Selasa (15/Agustus) sore ini, namun masih berada dalam zona aman. Rupiah tidak jatuh terlalu dalam walaupun Dolar AS sudah kembali mendapatkan energi untuk menjatuhkan Yen Jepang. Kendati pasar sudah kembali ke sentimen minat risiko, Rupiah tak banyak mendapat penguatan meski tak juga merosot dalam. Data Ekspor Impor Indonesia yang dirilis siang ini oleh BPS, ... Baca Selengkapnya »

Apa yang Terjadi pada Industri Minyak dan Gas Mighty Indonesia?

Begitu menjadi tumpuan ekonomi, sektor minyak dan gas Indonesia merosot, meski selera energi negara melonjak. Dipukul oleh penurunan harga global, perubahan peraturan dan persaingan dari negara tetangga yang terbukti lebih menarik bagi perusahaan energi internasional, ekonomi terbesar di Asia Tenggara menghadapi penurunan pendapatan minyak dan terus meningkatnya impor bahan bakar. Dengan pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5 persen dan pemerintah memulai ... Baca Selengkapnya »

Kim Jong Un Batalkan Serangan Ke Guam, Dolar Terangkat Naik

Setali tiga uang dengan mata uang safe haven yang lain, Franc Swiss. USD/CHF juga menorehkan kenaikan yang stabil, dan diperdagangkan pada angka 0.9737 siang ini. Level terendah USD/CHF bulan ini terbentuk pada tanggal 11 Agustus, yakni di kisaran 0.9583, tepatnya setelah laporan CPI AS yang melambat minggu lalu. Baca Selengkapnya »

USD/JPY Merangkak Naik, Gejolak Korut-AS Masih Jadi Fokus

Dolar AS merangkak naik terhadap Yen di sesi perdagangan Senin (14/Agustus) awal pekan ini. USD/JPY tampak diperdagangkan di atas level rendah 4 bulan. Ketegangan politik antara AS dan Korea Utara masih menjadi event kunci untuk outlook pergerakan pair tersebut dalam jangka pendek. Baca Selengkapnya »

Ekspektasi Rate Hike BoE Melempem, Poundsterling Merosot

GBP/USD sore ini diperdagangkan di angka 1.2961 dari angka 1.2986. Mata uang tersebut sedang dalam jalur penurunan ke level terendah dua minggu terhadap Dolar AS, sejak bulan Maret 2017. Jika dirunut sejak keputusan Brexit tahun lalu, Pound sudah merosot hingga 13 persen. Baca Selengkapnya »

Ketegangan Politik AS-Korut Bikin Bursa Asia Merosot

New York Bursa Asia merosot pada pembukaan perdagangan jelang akhir pekan ini, menyusul ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Korea Utara. Ini memberi sinyal investor untuk memasukkan investasinya ke aset yang minim resiko seperti emas, yen dan obligasi pemerintah. Mengutip laman Reuters, Jumnat (11/8/2017), indeks Korea Selatan KOSPI turun 1,4 persen. Sementara mata uang Korea Won tergelincir 0,3 persen menjadi 1.145 won terhadap dolar, setelah melemah ke level terendah dalam sebulan. Baca Selengkapnya »

Artikel Lama Lainnya...

(Visited 359 times, 1 visits today)