Cara Berpikir Yang Benar Dalam Trading

In Psikologi Trading by Reza Pahlevi

Apakah yang sebenarnya Anda pikirkan tentang trading? Sinyal yang valid dan tidak valid, cara analisa yang benar atau salah, atau sesuatu yang pasti dan tidak pasti?

Cara berpikir salah dalam trading bisa menimbulkan efek negatif yang berpotensi menghancurkan account Anda. Ambil contoh Anda melihat sinyal trading yang menurut Anda sangat valid dan tidak mungkin salah, kemudian Anda melipat-gandakan ukuran lot atau volume trading, namun ternyata masih juga salah. Sangat mungkin Anda emosional dan kembali masuk pasar karena ‘dendam’ dengan volume yang lebih besar, dengan harapan paling tidak bisa menutup kerugian. Cara trading seperti ini cepat atau lambat akan menghancurkan account Anda. Akan sulit bagi Anda untuk menghindari pengaruh emosi yang negatif seperti itu kecuali merubah cara berpikir Anda tentang trading.

Salah satu hal yang berpotensi menimbulkan masalah adalah trader terlalu fokus pada setiap trade yang telah dilakukan. Pada kenyataannya emosi Anda tidak seharusnya terikat dengan berharap pada setiap posisi trading yang telah Anda buka karena penyebaran pergerakan harga pasar didistribusikan secara acak yang berarti Anda tidak akan pernah tahu dengan pasti apakah trade yang telah Anda lakukan akan profit, sekalipun sinyal tradingnya sangat valid. Kenyataan ini sering tidak disadari sehingga trader akan cenderung emosional dalam menyikapi pergerakan harga pasar.

Katakan Anda menggunakan sebuah sistem trading dengan persentasi profit (win rate) 60%, Anda tetap tidak akan pernah tahu trade mana yang akan menghasilkan profit dan mana yang akan berakhir dengan loss. Persentasi profit 60% artinya setelah beberapa kali trade Anda bisa mengharapkan profit 60% dari keseluruhan trade yang telah Anda lakukan, bukan berarti bahwa peluang profit dari setiap trade yang Anda lakukan adalah 60%. Persentasi profit ditentukan untuk jangka panjang setelah sekian kali trade, tidak untuk setiap trade yang Anda lakukan.

Sebagai ilustrasi ambil contoh sebuah botol yang berisi 100 bola, 60 bola berwarna biru dan 40 bola berwarna merah. Anggap warna biru menunjukkan trade yang profit dan merah menunjukkan trade yang loss, jadi ada 60 trade yang profit dan 40 trade yang loss.

Jika Anda mengocok botol tersebut dan kemudian mengeluarkan sebuah bola, Anda tidak akan tahu dengan pasti warna bola yang akan keluar, juga Anda tidak bisa lebih mengharapkan warna biru yang akan keluar karena kemungkinan warna yang akan keluar adalah acak, bisa biru atau merah. Namun semakin banyak bola yang keluar akan semakin besar kemungkinan 60%-nya adalah berwarna biru. Demikian juga dalam trading, karena kemungkinan hasil setiap trade adalah acak maka Anda harus menentukan resiko pada setiap trade dengan menggunakan stop loss, dan tidak harus fokus atau berharap hanya pada sebuah trade.

Untuk menghindari trauma akibat emosi negatif yang timbul ketika hasil trading tidak sesuai dengan yang diharapkan, Anda harus berpikir mengenai kemungkinan (probabilitas), bukan kepastian. Sebuah pin bar yang tampak valid dan benar pada trade sebelumnya belum tentu akan benar pada trade saat ini sekalipun formasinya persis sama. Hasil setiap trade adalah acak oleh sebab itu Anda tidak harus terpengaruh dan emosional jika ternyata mengalami loss. Sinyal valid yang dihasilkan bukanlah yang pasti benar, tetapi yang kemungkinannya paling besar. Disamping itu antara trade yang satu dengan trade berikutnya tidak saling berhubungan, masing-masing mempunyai kemungkinan yang bisa saja berbeda.

Note :
Mungkin saja Anda mengalami loss sekian kali secara beruntun tetapi bukan berarti Anda harus panik atau frustasi. Tetap berpegang pada sistem trading dan disiplin menjalankan strategi dan rencana yang telah dibuat, maka Anda akan melihat hasilnya setelah frekuensi trading Anda meningkat, seperti ilustrasi bola dalam botol diatas.
(Visited 32 times, 1 visits today)