Catatan Akhir Pekan 10 Juni: Sterling Anjlok, Euro Terdesak, Indeks Dolar Perpanjang Rebound

In Berita Fundamental Ekonomi by Reza Pahlevi

Bullish Engulfing Indeks Dolar terbentuk di awal perdagangan sesi Asia Jumat 9 Juni, menyusul exit poll pemilu parlemen Inggris yang menyebutkan kemenangan Partai Konservatif tapi juga kehilangan kursi mayoritas yang kemudian memicu kekhawatiran investor terhadap prospek Brexit. Selain anjloknya Sterling dan melemahnya Euro pasca ECB press conference, Greenback juga mendapat dukungan dari meredanya kekhawatiran market setelah testimoni James Comey (mantan direktur FBI yang dipecat Donald Trump) di hadapan senat AS, yang ternyata tidak membeberkan kesaksian yang dapat menambah runyam situasi politik di AS. Indeks Dolar yang mewakili kekuatan Greenback terhadap 6 mata utama lainnya tercatat lebih tinggi 0.31% di level 97.25 menjelang penutupan perdagangan di akhir pekan atau Sabtu dini hari 10 Juni.

Tapi terlepas dari usaha Theresa May, Poundsterling sudah terlanjur rontok lebih dari 200 pips terhadap Dolar dalam satu candle H1 dan memperpanjang penurunan hingga menyentuh 1.2634 di awal perdagangan sesi Eropa, melengkapi performance terburuk Poundsterling di awal bulan Juni.

Menjelang penutupan perdagangan akhir pekan, GBP/USD turun 1.59% di posisi 1.2747 dengan outlook negatif pada time frame H1 dan H4. Sehingga strategi sell on rally atau mencari posisi sell ketika terjadi koreksi, menjadi skenario yang layak diutamakan untuk perdagangan jangka pendek atau intraday, selama harga diperdagangkan di bawah level keseimbangan Kijun-sen H4 yang sekarang berada di level 1.2805.

Euro juga mendapat tekanan terhadap Dolar sejak Kamis 8 Juni dan ikut terseret memperpanjang bearish setelah exit poll pemilu Inggris, berhadapan dengan support 1.1170/60 yang untuk sementara masih tetap bertahan dari ancaman bearish. EUR/USD bouncing setelah menyentuh 1.1166, namun sejauh ini recovery Euro dibatasi resisten intrday 1.1195/1.1205. Tapi untuk perdagangan jangka pendek, di bawah 1.1220/40 tetap menjaga risiko bearish, berhadapan dengan support 1.1170/60 dan 1.1140/20.

Menjelang penutupan perdagangan di akhir pekan, EUR/USD mencatat penurunan 0.13% di level 1.1195.

Sementara itu, USD/JPY ikut mengambil momentum dari terpuruknya Sterling dan melemahnya Euro, dengan memperpanjang bouncing dari 109.09 (Low 7 Juni) menyentuh 110.78, dan kemudian membukukan kenaikan 0.41% di level harga 110.33 menjelang penutupan perdagangan di akhir pekan.

Informasi
Dalam jangka pendek, USD/JPY berpeluang melanjutkan konsolidasi/bouncing yang lebih tinggi selama bergerak di atas area support 110.00/110.21. Tapi untuk jangka menengah, dibutuhkan break atau penutupan harga di atas 111.68 (High 2 Juni) untuk mengubah outlook menjadi positif.
(Visited 23 times, 1 visits today)