CEO Telegram Tidak Kaget Pemerintah Berusaha “Hack” Gmail Miliknya

In Berita Terhangat dan Terkini by Reza Pahlevi

Ada yang mencoba meretas akun Gmail milik CEO Telegram, Pavel Durov. Setidaknya begitu menurut peringatan dari Google, yang kemudian di-screenshot dan dibagikan Pavel Durov melalui akun Twitter personalnya, @durov.

Dalam screenshot tersebut, Google mengatakan peretas yang mencoba membobol akun Gmail Pavel Durov tak lain dibekingi pemerintah atau kerap diistilahkan sebagai government-backed attack. Menanggapi hal ini, Pavel Durov terkesan santai. Ia sesumbar bahwa akun Gmail-nya toh tak digunakan untuk hal-hal penting. Ia pun mengaku tak kaget jika ada yang mencoba membobol akun Gmail-nya.

Penyerangan seperti ini, kata Google, sangat jarang terjadi. Dari total pengguna Gmail, hanya sekitar 0,1 persen yang pernah mengalaminya, dari screenshot pemberitahuan Google yang dibagikan Pavel Durov di Twitter.

Untuk kasus Pavel Durov sendiri, Google sebenarnya belum yakin 100 persen. Pasalnya, dalam peringatan itu Google mengatakan “ada kemungkinan ini adalah alarm salah”. Apapun itu, peringatan Google tentu harus tetap diwaspadai. Sebab, implikasi dari serangan semacam itu bisa fatal. Peretas tak cuma mampu mengakses data korban, tetapi juga bisa bertindak semena-mena menggunakan akun Twitter korban. Untuk mencegah itu sampai terjadi, Google menyarankan Pavel Durov meningkatkan performa keamanan akunnya.

Note :
Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari Google soal penemuan percobaan peretasan terhadai Pavel Durov. Pemerintah AS pun belum ada yang angkat bicara soal ini. Kita tunggu saja.
(Visited 16 times, 1 visits today)