CEO Uber Resmi Lepas Jabatan

In Berita Terhangat dan Terkini by Della Fitriani

CEO Uber, Travis Kalanick mengundurkan diri dari perusahaan yang dia buat pada 2009 karena adanya “pemberontakan pemegang saham” yang dipimpin oleh investor-investor terbesar Uber. Juru bicara Uber telah mengonfirmasi hal ini. Laporan tersebut menyebutkan, 5 investor terbesar Uber, termasuk Benchmark, menuliskan sebuah surat berjudul “Memajukan Uber”. Dalam surat itu, tertulis rekomendasi agar sang CEO mundur secepatnya. Setelah diskusi selama berjam-jam, Kalanick setuju untuk melepas jabatannya.

Saya mencintai Uber lebih dari apapun dan ini adalah momen sulit dalam kehidupan pribadi saya, saya telah menerima permintaan para investor untuk mengundurkan diri agar Uber bisa kembali berkembang dan bukannya sibuk mengatasi masalah lainKalanick

Mengambil cuti panjang dari perusahaan untuk berduka atas kematian sang ibu

Beberapa hari sebelumnya, founder Uber ini mengambil cuti panjang dari perusahaan untuk berduka atas kematian sang ibu. Hengkangnya Kalanick dari jabatannya sebagai CEO disebut karena berbagai tekanan dari dewan direksi perusahaan dan investor Uber. Mereka menilai Kalanick menjadi salah satu pemicu terjadinya kemelut di Uber. Dikutip dari The New York Times, Rabu (21/6/2017), pada hari Selasa, lima investor utama Uber meminta kepada Kalanick untuk segera mengundurkan diri. Salah satu investor yang meminta Kalanick mundur adalah pemegang saham terbesar Uber dari perusahaan ventura Benchmark yang bernama Bill Gurley.

Sekadar diketahui, surat rekomendasi hengkangnya Kalanick itu dikirimkan ke Kalanick saat ia sedang cuti dan berada di Chicago. Dalam sebuah surat “Moving Uber Forward” itu, para investor meminta kepada Kalanick untuk segera mundur sebab perusahaan memerlukan perubahan kepemimpinan.

Kalanick kemudian berkonsultasi dengan anggota dewan direksi dan investor Uber. Selanjutnya, Kalanick pun setuju untuk mengundurkan diri. Meski begitu, ia akan tetap berada di dewan direksi Uber setelah mengundurkan diri.

Sebelumnya Berhenti dari Jabatan Penasihat Kepresidenan

CEO Uber Travis Kalanick memperlihatkan sikap tegas terhadap pemerintahan Donald Trump. Hal ini ditunjukkan dengan pengunduran dirinya dari jajaran penasihat Presiden Amerika Serikat ke-45 tersebut.

Langkah ini diambil Kalanick menyusul protes publik yang menilai Uber pro kebijakan Trump. Puncaknya adalah ketika terjadi boikot layanan Uber. Hashtag #DeleteUber menggema, sebagai respons pengguna karena menganggap Uber mendukung Trump membatasi akses masuk warga dari tujuh negara Muslim.

Hari ini saya berbicara dengan Presiden mengenai perintah eksekutif terkait imigrasi dan permasalahannya bagi komunitas kamiKalanick mengonfirmasi pengunduran dirinya dari jajaran penasihat Trump,
(Visited 10 times, 1 visits today)