Data Ketenagakerjaan AS Mengerut, Harga Emas Meninggi

In Berita Fundamental Emas by Reza Pahlevi

Setelah rilis data ekonomi AS yang menunjukkan pertumbuhan di sektor tenaga kerja jatuh di bawah ekspektasi, harga emas diperdagangkan melambung ke level tertinggi sejak bulan April. Harga emas spot XAU/USD di sesi Asia hari Senin (05/06) terpantau melonjak menjadi 1,279 Dolar AS. Harga emas berjangka pada Comex New York Mercantile Exchange mengalami peningkatan sebesar 0.32 persen ke kisaran harga 1,282 Dolar AS per troy ons. Harga emas batangan pecahan 1 gram bersertifikat Logam Mulia milik PT Aneka Tambang (Antam), Tbk meninggi ke level harga Rp 595,000 dan harga buy back Rp 542,000.

Rilis data ekonomi AS pada hari Jumat kemarin menunjukkan bahwa pertumbuhan pasar ketenagakerjaan AS melemah selama bulan Mei. Turunnya data ekonomi itu menyiratkan pasar tenaga kerja AS sedang kehilangan momentumnya. Perbaikan ekonomi yang lambat di negeri Paman Sam ini menyebabkan prospek kenaikan tingkat suku bunga AS berkurang, sehingga mendorong harga emas diperdagangkan naik. “Rilis data tenaga kerja Jumat pekan lalu bukan merupakan laporan yang diharapkan sebagian besar pelaku pasar, oleh karena itu buruknya data itu selanjutnya menekan kurs Dolar serta imbal hasil obligasi, sehingga harga emas dapat meninggi secara signifikan,” ucap Georgette Boele, analis di ABN AMRO. Boele menilai, data dari pasar tenaga kerja yang mengecewakan bisa jadi akan memicu para investor untuk menurunkan ekspektasi mereka terhadap kenaikan suku bunga AS tahun 2017 ini.

Note :
Seperti yang telah diketahui, sebelumnya harga logam mulia emas terpantau melandai dan cenderung bearish, sejalan dengan peluang tinggi rate hike oleh Federal Reserve bulan Juni dan data aktivitas manufaktur yang positif. Namun, harga emas didukung oleh pertumbuhan kondisi perekonomian AS yang masih lemah dan rencana kebijakan Trump yang belum jelas.
(Visited 15 times, 1 visits today)