Deal Rp 5.000 Triliun Trump-Raja Salman, akankah dolar melonjak?

In Berita Fundamental Ekonomi by Della Fitriani

Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Kerajaan Arab Saudi akhir pekan lalu sepakat menjalin kerja sama dengan nilai fantastis. Kerja sama ini akan membuka ribuan lapangan pekerjaan.

Kedua negara sudah menandatangani sejumlah kerja sama,” kata Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel al-Jubeir saat jumpa pers bersama Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillersondikutip AFP, Senin (22/5/2017).

Total nilai kerja samanya sekitar US$ 350 miliar atau sekitar Rp 4.655 triliun. Ditambah dengan investasi di infrastruktur US$ 40 miliar totalnya menjadi US$ 390 miliar atau lebih dari Rp 5.000 triliun. Jangka waktu investasinya adalah 10 tahun

16 kesepakatan dengan 11 perusahaan yang ditandatangani

Nasser menjelaskan ada 16 kesepakatan dengan 11 perusahaan yang ditandatangani, termasuk Memorandum of Understanding (MoU) untuk membentuk perusahaan patungan. Hal ini sekaligus menyempurnakan rencana bisnis sebelumnya.

Kami mengharapkan kesepakatan yang ditandatangani hari ini memberi dorongan untuk meningkatkan perdagangan bilateral kedua negaraNasser seraya menambahkan Aramco siap mengeluarkan USD6,5 miliar per tahun untuk barang dan jasa dari pemasok AS

Usaha patungan tersebut termasuk rencana Jacobs Engineering Group Inc, bersama Aramco untuk mengelola proyek bisnis di Arab Saudi, juga rencana McDermott International mentransfer beberapa fasilitas pembuatan kapal yang akan dibangun Aramco di Arab Saudi.

Dengan investasi ini, akan semakin menarik modal dan teknologi perusahaan Amerika ke Arab Saudi. Kedua pejabat negara juga sedang menyiapkan peraturan baru mencakup investasi langsung oleh perusahaan asing dalam waktu 12 bulan mendatang.

Akan Tingkatkan Kerja Sama Bisnis Senjata dengan AS

Sebuah tujuan ekonomi yang dititikberatkan dalam kunjungannya. Trump akan mencari kesempatan besar dengan Arab Saudi dan negara-negara telukAhmed Alibrahim, Pengamat Hubungan Saudi-AS yang berbasis di Riyadh sebagaimana dikutip dari CNN

Arab Saudi selama ini jadi mitra dagang terbesar di Timur Tengah bagi AS. Menurut data yang dirilis Biro Sensus AS, nilai perdagangan kedua negara mencapai US$ 35 miliar di 2016 atau Rp 465,5 triliun (kurs Rp 13.300).

Dengan perdagangan minyak memegang posisi yang besar dalam perdagangan tersebut. Arab Saudi selama tercatat sebagai negara eksportir minyak terbesar kedua ke AS setelah Kanada.

Kendati demikian, nilai perdagangan di sektor pertahanan, khusunya pengadaan senjata masih memegang porsi terbesar nilai perdagangan kedua negara, dan itu pun akan terus tumbuh.

Arab Saudi adalah negara dengan belanja pertahanan terbesar kelima di dunia, dengan alokasi untuk keperluan militer menembus US$ 51 miliar atau 21% dari total APBN mereka di 2017.

(Visited 16 times, 1 visits today)