Dolar AS Masih Kalem Jelang Super Thursday

In Berita Fundamental Ekonomi by Reza Pahlevi

Tak banyak perubahan yang terjadi pada Dolar AS di sesi perdagangan Asia, Rabu (07/Juni) siang ini. Mata uang AS tersebut masih berkubang di dekat level rendah enam minggu terhadap Yen Jepang. Para pelaku pasar sedang menantikan Pemilu Inggris dan Kebijakan Moneter ECB besok. Dari dalam negeri Amerika sendiri, James Comey, mantan Direktur FBI dijadwalkan akan menyampaikan testimoni di hadapan senat besok.

Greenback diperdagangan flat terhadap Yen. USD/JPY menduduki level 109.558 saat berita ini ditulis. Memang tampak mendaki dari kisaran 109.490 sebelumnya. Namun, angka tersebut masih beredar di level rendah yang terbentuk sejak kemarin. Total, penurunan Dolar AS terhadap Yen minggu ini sudah mencapai 0.9 persen. Hal itu dikarenakan pula oleh penurunan tajam dalam imbal hasil US Treasury ke level rendah tujuh bulan.

Dolar AS diperkirakan akan mengalami tekanan yang lebih berat lagi karena ekuitas yang sebelumnya bullish, tampak mulai merosot. Saham-saham Wall Street tertarik menjauh dari level tinggi yang tercapai baru-baru ini. “Dolar mulai merasakan tarikan turun imbal hasil obligasi AS untuk sementara ini. Akan tetapi, melambungnya stocks cukup membantu menetralisir tekanan tersebut,” kata Junichi Ishikawa, Ahli Forex Senior di IG Securities Tokyo. “Akan tetapi, (dolar) tetap melemah kemudian, dan penurunan Dolar mulai mengumpulkan momentum,” sambungnya.

Sementara itu, EUR/USD diperdagangkan di angka 1.1265 setelah memanjat hingga 0.2 persen kemarin malam. Euro masih jauh dari level tinggi tujuh minggu di angka 1.1285, menjelang kebijakan moneter ECB besok. ECB tak diekspektasikan akan mengubah kebijakan pelonggaran kuantitatifnya (QE) minggu ini. Namun, pelaku pasar tetap menunggu pernyataan Presiden ECB, Mario Draghi, tentang pandangannya terhadap ekonomi Zona Euro.

“Dari 3 peristiwa besar di ‘Super Thursday’ besok, rapat ECB kemungkinan akan cukup krusial karena partisipan pasar telah memasang ekspektasi yang hawkish sebelumnya,” kata Ayako Sera, ekonom senior Sumitomo Mitsui Trust yang diwawancarai oleh Reuters. Sera melanjutkan bahwa dua event lainnya adalah event politik, sehingga pasar tak bisa memperkirakan lebih karena terlalu sulit diprediksi.

Informasi
GBP/USD diperdagangkan menurun 0.1 persen ke angka 1.2900 setelah terayun-ayun di level 1.2951 dan 1.2871 di hari sebelumnya. Sterling diperdagangkan dalam kondisi yang choppy menjelang pemilu Inggris besok.
(Visited 18 times, 1 visits today)