Dolar AS Masih Tertekan Di Sesi Asia

In Berita Fundamental Ekonomi by Reza Pahlevi

Dolar AS tampil sedikit melemah terhadap mata uang-mata uang mayor di sesi perdagangan Kamis (22/Jun) hari ini. Indeks Dolar, yang mengukur kekuatan Dolar AS terhadap mata uang-mata uang mayor, berada di posisi 97.551. mundur dari level tinggi satu bulan di angka 97.871. Dolar AS terus merosot terhadap Yen Jepang meskipun tidak ada katalis penting yang dirilis hari ini. Analis DailyFX memperkirakan, minimnya rilis indikator membuat pernyataan yang sedikit dovish dari Deputi Gubernur BoJ, Kikuo Iwata, mendapat respon yang cukup besar dari pasar.

Pada dasarnya, tak ada informasi baru dalam pidato Iwata di hadapan para pengusaha-pengusaha Jepang. Iwata memperingatkan bahwa outlook inflasi masih cenderung ke arah penurunan. Oleh karena itulah, BoJ merasa perlu mempertahankan kebijakan moneter longgarnya. Iwata menambahkan, inflasi Jepang masih saja terpuruk meskipun catatan profit perusahaan-perusahaan meningkat dan pasar tenaga kerja domestik hampir full-employment.

CPI Jepang terakhir hanya naik 0.4 persen dalam basis tahunan. Jelas sekali masih sangat jauh di bawah target 2 persen. Tak banyak berubah sejak berbagai terobosan kebijakan moneter diterapkan BoJ sejak tahun 2015. Dari pidato tersebut, pasar mengambil kesimpulan bahwa BoJ tidak berencana mendekati pintu keluar dari kebijakan moneter longgar. USD/JPY diperdagangkan turun ke angka 111.09, dari posisi 111.43 setelah pidato Iwata.

Catatan :
Sedangkan, GBP/USD tampak naik 0.1 persen ke angka 1.2677. Pair tersebut melanjutkan kenaikan 0.3 persen dari hari Rabu kemarin saat kepala Ekonom BoE, Andy Haldane, mengatakan bahwa ia mengekspektasikan kenaikan suku bunga Inggris tahun depan. EUR/USD juga masih bertahan di level tinggi 1.1170, meninggalkan low 1.1245 yang tercapai pada tanggal 20 Juni.
(Visited 9 times, 1 visits today)