Dolar Stabil Awal Pekan, Prediksi Goldman Sachs Tentang Fed Hike

In Berita Fundamental Ekonomi by Reza Pahlevi

Dolar AS mengawali minggu ini, Senin (12/Juni), dengan pergerakan yang stabil. Indeks Dolar berada pada angka 97.255, menyusul kenaikan pada hari Jumat lalu di angka 97.500. Dolar mendapat support dari yield obligasi pemerintah AS yang sempat meluncur turun ke low tujuh bulan saat pasar sedang disibukkan oleh event Pemilu Inggris dan Testimoni Comey minggu lalu. Yield obligasi tersebut kemudian berbalik naik atas antisipasi kenaikan suku bunga The Fed.

USD/JPY sedikit melandai dengan diperdagangkan di kisaran 110.25, 0.08 persen lebih rendah daripada posisi sebelumnya. Pagi tadi, Jepang melaporkan data Core Machinery Orders (Pesanan Mesin Inti) yang jatuh hingga 3.1 persen bulan-ke-bulan, jauh di bawah perolehan 0.5 persen yang diekspektasikan. Untuk basis tahunan, kenaikan pesanan mesin Jepang pun hanya 2.7 persen, sangat kurang daripada ekspektasi kenaikan 7.3 persen.

Sementara itu, inflasi produsen atau PPI Jepang dilaporkan flat pada bulan Mei. Untuk YoY, PPI Jepang menduduki level 2.1 persen, sedikit di bawah perolehan 2.2 persen yang diperkirakan. Di sisi lain, AUD/USD diperdagangkan pada angka 0.7535, naik 0.07 persen. Pasar Australia tutup pada hari ini dalam rangka libur nasional. GBP/USD diperdagangkan di angka 1.2746, turun tipis 0.01 persen.

Fokus pasar minggu ini adalah rapat kebijakan moneter The Fed pada hari Rabu lusa. Bank Sentral AS tersebut diperkirakan akan menaikkan suku bunga untuk kedua kalinya tahun ini. Salah satu prediksi kenaikan suku bunga datang dari Goldman Sachs. Bank yang termasuk sebagai salah satu pemain besar tersebut mengamini kenaikan suku bunga The Fed minggu ini. Menurut Goldman Sachs dalam analisanya yang dikutip oleh FXStreet, pernyataan pasca rapat akan menyinggung masalah kenaikan aktivitas ekonomi yang sayangnya diiringi dengan melambatnya laju inflasi sejak awal tahun.

Note :
The Fed bukanlah satu-satunya bank sentral yang mengadakan rapat minggu ini. Bank Sentral Jepang (BoJ) dan Bank Sentral Inggris (BoE) juga dijadwalkan akan mengadakan rapat kebijakan moneter minggu ini.
(Visited 15 times, 1 visits today)