Emas Melonjak Karena Politik AS Dan Komentar The Fed

In Berita Fundamental Forex by Reza Pahlevi

Kekhawatiran tentang situasi serta kondisi politik AS dan pernyataan salah satu anggota Dewan Gubernur Federal Reserve pada hari kemarin membuat harga emas merangkak naik. Harga emas di sesi Asia hari Rabu ini (12/07) terpantau meningkat dan berusaha meninggalkan level terendahnya empat bulan.

Saat berita ini ditulis, harga emas berjangka untuk pengiriman bulan Agustus pada Comex New York Mercantile Exchange menanjak sebesar 0.27 persen ke level harga 1,218 Dolar AS per troy ons dan harga emas spot XAU/USD mengalami kenaikan 0.13 persen menjadi di kisaran level harga 1,219 Dolar AS. Sedangkan harga emas batangan pecahan 1 gram bersertifikat Logam Mulia milik PT Aneka Tambang (Antam) Tbk turut naik ke level Rp 582,000 dan harga buy back di harga Rp 522,000.

Pada sesi Selasa kemarin, harga emas ditutup dengan kenaikan cukup signifikan. Harga logam mulia ini mendapatkan dorongan dari ketidakpastian politik AS. Putra dari Presiden AS, Donald Trump Jr kemarin merilis serangkaian email yang menunjukkan bahwa dirinya mendiskusikan rencana untuk mendengar informasi yang berpotensi merugikan Hillary Clinton.

Dalam email itu, putra Donald Trump ini diberitahu bahwa pemerintah Rusia mempunyai informasi yang akan memberatkan Clinton. Donald Trump Jr juga menyatakan bahwa alasan mengapa ia merilis email tersebut adalah karena ia ingin perkara terkait pilpres tahun lalu menjadi benar-benar transparan. Berita tentang rilis email tersebut menyebabkan pelemahan kurs Dolar dan sektor ekuitas. “Nampak bahwa rilis email oleh Donald Trump Jr memberikan dampak positif pada pergerakan harga logam mulia emas,” ucap Michael Armbruster dari Altavest. Armbruster berpendapat, hal yang membuat menarik adalah emas cenderung mampu mempertahankan kenaikan hariannya ketika reli yield obligasi mereda.

Terlepas dari isu politik AS, harga emas dinaikkan pula oleh pernyataan salah satu anggota Dewan Gubernur Federal Reserve, Lael Brainard. Komentar Brainard yang dipandang dovish oleh sebagian besar pelaku pasar dan menurunkan ekspektasi rate hike The Fed dalam waktu dekat. “Saya ingin memantau perkembangan tingkat inflasi dengan cermat dan bergerak dengan hati-hati dalam menentukan waktu kenaikan suku bunga AS selanjutnya. Hal ini saya lakukan agar tingkat inflasi AS kembali ke target”, ujar Lael Brainard. Selain itu, salah satu pejabat penting The Fed ini juga mengatakan bahwa bank sentral AS kemungkinan akan segera menyesuaikan neraca keuangannya sesegera mungkin apabila pertumbuhan ekonomi tetap kuat.

Note
Untuk mengetahui outlook ekonomi dan kebijakan moneter Federal Reserve ke depan, saat ini sebagian besar investor menunggu testimoni Ketua The Fed. Janet Yellen dijadwalkan akan memberikan pidatonya di depan House Financial Services Committee nanti malam.
(Visited 7 times, 1 visits today)