Formasi Doji Candlestick

In Panduan Menggunakan Indikator by Kia Pratiwi

Formasi doji adalah salah satu sinyal trading yang paling nyata dalam pola candlestick. Sejak ratusan tahun lalu candlestick digunakan untuk trading komoditi beras di Jepang, hingga kini formasi ini tetap dianggap sebagai sinyal trading yang valid. Doji adalah pola candlestick yang harga open dan harga close-nya sama atau hampir sama sehingga candle ini bisa tidak mempunyai body atau body-nya sangat kecil. Formasi ini sering terlihat pada chart trading dan tidak tergantung dari time frame. Doji bisa terbentuk pada chart mingguan (weekly), harian (daily) atau 5-menit.

Arti formasi doji

Formasi doji terbentuk ketika pasar sedang konsolidasi atau ragu-ragu mengenai arah pergerakan harga selanjutnya. Disini tampak jelas sentimen bullish dan bearish dalam keadaan seimbang. Antara buyer dan seller saling menunggu pergerakan harga selanjutnya. Pasar berkonsolidasi apakah akan meneruskan pergerakan harga sesuai dengan arah trend sebelumnya, atau akan membuat harga bergerak pada arah yang berlawanan. Oleh karena itu doji dianggap sebagai sinyal konsolidasi, dan untuk mengetahui kepastian arah pergerakan harga selanjutnya diperlukan konfirmasi dari bar candlestick setelah doji.

Formasi doji biasanya terbentuk paling tidak beberapa bar setelah harga bergerak naik atau turun, yang menunjukkan ketidak pastian pelaku pasar akan dibawa kemana pergerakan harga selanjutnya. Bisa saja harga bergerak sesuai dengan arah trend sebelumnya, atau berbalik arah. Jadi formasi doji tidak selalu mengisyaratkan pembalikan arah trend (trend reversal) tetapi bisa juga mengisyaratkan penerusan trend, tergantung dari konfirmasi bar candlestick berikutnya.

4 jenis formasi doji
  • Connector.

    Doji star

    Formasi doji ini yang paling seimbang. Simpangan harga tertinggi dan terendah hampir sama yang menunjukkan kekuatan buyer dan seller yang seimbang. Jika formasi ini terbentuk pada area overbought dari pergerakan uptrend, maka kemungkinan besar pergerakan harga akan berbalik ke arah downtrend, dan sebaliknya jika terbentuk pada area oversold dari pergerakan downtrend, maka kemungkinan besar pergerakan harga akan berbalik ke arah uptrend.

  • Connector.

    Long legged doji atau doji berekor panjang

    Jika formasi long legged doji seperti gambar diatas terbentuk pada pergerakan downtrend, maka kemungkinan besar pergerakan harga akan berbalik kearah uptrend. Panjangnya ekor menunjukkan sentimen seller yang sebelumnya lebih kuat berbalik mengikuti buyer. Harga yang telah mencapai level terendahnya dengan cepat berbalik arah. Sebaliknya bisa terjadi untuk pergerakan uptrend.

  • Connector.

    Gravestone doji

    Jika formasi ini terbentuk pada pergerakan uptrend, maka kemungkinan besar pergerakan harga akan berbalik kearah downtrend. Harga open dan harga close yang sama menunjukkan sentimen buyer yang sebelumnya sangat kuat berbalik mengikuti seller. Harga yang telah mencapai level tertingginya dengan cepat berbalik ke level terendah. Formasi ini adalah bentuk khusus dari formasi shooting star. Formasi yang menunjukkan perubahan sentimen yang tiba-tiba ini biasanya cukup valid.

  • Connector.

    Dragonfly doji

    Sama dengan gravestone doji tetapi terbentuk pada pergerakan downtrend, yang menunjukkan kemungkinan besar pergerakan harga akan berbalik kearah uptrend. Formasi ini adalah bentuk khusus dari formasi hammer.

Sekali lagi perlu diingat bahwa doji adalah sinyal konsolidasi, dan untuk mengetahui kepastian arah pergerakan harga selanjutnya diperlukan konfirmasi dari bar candlestick berikutnya setelah doji. Jika bar berikutnya searah dengan trend sebelumnya, maka kemungkinan trend reversal kecil.
(Visited 29 times, 1 visits today)