Gairah Industri AS Tekan Harga Emas Di Terendah 2 Bulan

In Berita Fundamental Emas by Reza Pahlevi

Harga Emas terpuruk makin dalam pada hari Senin dan bertahan di level terendah dua bulan pada sesi perdagangan Selasa ini (4/7) akibat masih tingginya minat investor pada yield obligasi AS. Peningkatan indeks Purchasing Managers’ Index (PMI) Amerika Serikat yang menjadi indikator iklim sektor industri manufaktur, memotivasi investor untuk mengalihkan dana dari logam mulia.

Pada Senin malam, Institute for Supply Management (ISM) menyatakan bahwa indeks PMI Manufaktur AS naik dari 54.9 pada Mei ke 57.8 pada bulan Juni. Ini merupakan angka tertinggi sejak Agustus 2014 dan selaras dengan laporan PMI Chicago yang dirilis pekan lalu. Sejalan dengan data-data cemerlang tersebut, yield obligasi 10-tahunan AS naik ke level tinggi dua bulan pada 2.353. Indeks Dolar pun meroket dari 95.628 pada Jumat, ke 96.214 pada penghujung hari Senin.

Sebagai komoditas yang diperdagangkan dalam Dolar, harga Emas cenderung menurun ketika mata uang ini tampil prima. Apalagi, peningkatan suku bunga sebagaimana diindikasikan oleh naiknya yield obligasi AS, menambah mahal opportunity cost bagi investor yang menyimpan Emas. “Emas sekarang nampak rawan,” ungkap Joni Teves, analis dari UBS Group AG, dalam sebuah catatan yang dikutip oleh MarketWatch, ” (Pasalnya) yield lebih tinggi dan partisipan pasar menelaah pergeseran nada menjadi hawkish dalam pernyataan bank-bank sentral akhir-akhir ini, sementara pasar saham tetap kokoh di kisaran all-time highs.”

Tadi malam, harga Emas Berjangka untuk pengiriman bulan Agustus di divisi COMEX New York anjlok 1.76% ke angka $1220.47 per troy ons. Sementara itu, kontrak Perak Berjangka merosot 2.79% ke $16.105 per troy ons dan Platinum Berjangka jeblok 2.07% ke $907.25. Saat berita ini ditulis, Gold Spot XAU/USD diperdagangkan di kisaran 1222.20. Harga Emas Antam pun mengalami penurunan signifikan. Di Butik Emas Logam Mulia Antam Pulogadung, Jakarta, harga emas batangan menurun Rp 4,000 ke Rp 581,000 per gram, sedangkan harga buyback melorot dari Rp 529,000 ke Rp 520,000 per gram.

(Visited 14 times, 1 visits today)