GDP AS Kuartal Pertama Direvisi Naik, Dollar Berbalik Menguat

In Berita Fundamental Ekonomi by Reza Pahlevi

Departemen Perdagangan AS pada hari Jumat kemarin merilis data Second Realease GDP yang direvisi naik melampaui data GDP First Realease. Meski meningkat, namun rilis data GDP AS malam ini membukukan kinerja lebih lambat ditengah kondisi perbaikan pasar tenaga kerja yang berada dekat Full Employment.

GDP AS yang merupakan Second Realease kuartal pertama mencatatkan kenaikan 1.2 persen, melampaui kenaikan 0.7 persen (GDP First Realease). Sementara itu forecast ekonom menurut polling Reuters sebelumnya memprediksi ekonomi AS tumbuh 0.9 persen. Dengan demikian data Gross Domestic Product Negeri Paman Sam yang rilis malam ini lebih baik dari harapan pasar. Bila dibandingkan dengan tahun lalu, maka GDP Second Realease kuartal pertama 2017 masih lebih lemah. Revisi naik disebabkan oleh karena adanya peningkatan sektor belanja rumah tangga AS dalam beberapa bulan terakhir, namun Inventory Investment mencatatkan penurunan.

Kinerja GDP yang lemah di kuartal pertama tahun 2017 seolah menjadi pukulan telak untuk Trump dalam mewujudkan rencana ambisius-nya setelah menjadi orang nomor satu di AS. Trump pernah sesumbar bahwa beliau akan mengenjot perekonomian tahunan mencapai angka 4 persen, meskipun pada akhirnya administrasi Trump melihat angka 3 persen lebih realistis. Bahkan administrasi Trump pun berencana mengol-kan rencana pemangkasan pajak untuk perusahaan dengan tujuan agar target GDP tahunan 3 persen dapat tercapai. Namun lagi lagi, ekonom merasa skeptis ditengah lemahnya produktivitas pekerja dan kurangnya tenaga kerja terampil di beberapa negara bagian. Rilis GDP Second Estimasi seperti yang rilis malam ini naik namun tidak begitu mengembirakan, namun bagaimanapun rilis kuartal pertama belum bisa mengambarkan secara keseluruhan kondisi perekonomian AS karena masih ada rilis GDP Final dan kuartal selanjutnya.

Seperti yang diketahui bahwa Greenback telah tertekan sejak beberapa hari terakhir versus berbagai major currency. Pasca rilis dat GDP yang melewati ekspektasi mendorong Dollar AS untuk memangkas kerugian terhadap Euro, dimana pada pukul 20:13 WIB pair EUR/USD berada di level 1.1164 atau berusaha menjauhi level tertinggi harian 1.1234.

Catatan :
Sementara itu Sterling terlihat melemah yang disebabkan oleh meredupnya elektabilitas Theresa May jelang pemilu dini Inggris bulan Juni mendatang. Pair GBP/USD diperdagangkan pada level 1.2816 dan USD/JPY berada di level 111.23
(Visited 12 times, 1 visits today)