Gempa Tasikmalaya, Wisatawan di Pangandaran Sempat Panik

In Berita Terhangat dan Terkini by Della Fitriani

Gempa

Gempa Bumi bekekuatan 5,1 skala richter (SR) mengguncang wilayah Lampung Selatan, Bandar Lampung. Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Berdasarkan informasi dari situs resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada Selasa (25/4/2017) sekitar pukul 04.28 WIB. Gempa tersebut terletak 70 km barat daya Lampung Selatan dengan kedalaman 10 km. Titik lokasi berada pada 6.17 LS-105.36 BT.

Wisatawan di Pangandaran Sempat Panik

Sejumlah wisatawan yang sedang berada di tepi pantai Pangandaran, Kabupaten Pangandaran sempat dibuat panik oleh getaran gempa yang terjadi pukul 1.01.10 WIB.

Beberapa orang pun langsung menjauhi garis pantai dengan menggunakan kendaraan bermotor. Namun setelah mendapat kabar bahwa gempa tidak berpotensi menimbulkan tsunami, warga setempat dan wisatawan kembali tenang.

Demikian laporan wartawan Pikiran Rakyat Gugum Rachmat Gumilar yang dihubungi via telefon, Senin 24 April 2017. Saat kejadian, Gugum tengah berada di pantai Pangandaran. ”Meski sedang libur panjang, jumlah wisatawan tidak terlalu ramai karena sudah lewat tengah malam. Sejumlah orang memang langsung meninggalkan pantai tapi tidak lama kemudian situasi kembali tenang. Gempa memang dirasakan namun tidak terlalu kuat,” ujarnya.

BMKG Ungkap Penyebab Gempa

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan sebagian besar wilayah selatan Pulau Jawa diguncang gempa tektonik berkekuatan 5 skala Richter (SR). Gempa tersebut terjadi pukul 01.01.10 WIB.

Pusat gempa bumi terletak di koordinat 8,10 lintang selatan dan 117,86 bujur timur di Samudra Hindia pada jarak sekitar 58 kilometer arah Barat Daya Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Pusat gempa tersebut berada pada kedalaman 63 kilometer (sebelumnya dilansir 13 kilometer di laut). Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Mochamad Riyadi, mengatakan guncangan gempa bumi itu dirasakan oleh beberapa orang. Benda-benda ringan yang digantung bergoyang (II MMI) dan dirasakan nyata dalam rumah (III MMI) di wilayah Tasikmalaya serta Sumedang.

(Visited 9 times, 1 visits today)