Go-Massage Menerapkan Tarif Berbeda, Juga Tawarkan Layanan Pijat 24 Jam

In Berita Terhangat dan Terkini by Nadya Shevilin

go-massage2

GO-MASSAGE kini hadir di Medan, Semarang, dan Yogyakarta. Karena tingginya antusias masyarakat di kota sebelumnya membuat GO-MASSAGE berekspansi di kota lainnya. Sebelumnya, pengguna GO-MASSAGE sudah mencapai lebih dari 80.000 orang di Jabodetabek, Bandung dan Surabaya, dengan jumlah terapis sekitar 1.200 orang.

Terkait persiapan yang dilakukan, Dayu Dara Co-Founder dan Co-Head GO-LIFE mengatakan,“Kami telah menyiapkan dan menambah jumlah terapis di ketiga kota tersebut. Tidak berbeda dengan Jakarta, seluruh terapis yang ada di berbagai kota merupakan terapis yang sudah berpengalaman dua tahun di dunia pijat serta memiliki sertifikat.” Wow.. semakin keren aja ni Go-Massage.

go-massage-feature-image

Go-Massage Menerapkan Tarif Berbeda

GO-MASSAGE mematok harga berbeda di semua kota yang mendapatkan layanannya. Tarif yang dikenakan untuk setiap layanan GO-MASSAGE tergantung pada layanan dan durasi yang dipilih pengguna. Dayu menegaskan bahwa walaupun harga yang berbeda di tiap kota, bukan berarti kualitas layanannya pun menjadi berbeda. Ia menambahkan, seluruh terapis GO-MASSAGE, memiliki standar yang baik serta kualitas yang sama karena telah melewati berbagai pelatihan.

Go-Massage Tawarkan Layanan Pijat 24 Jam

GO-MASSAGE juga menghadirkan layanan terbarunya yakni layanan Hot Stone. Hot Stone Massage merupakan jenis pijat yang menggunakan media batu sebagai terapi pijat. “Kami mencari terobosan baru dengan menghadirkan layanan pijat yang berbeda dari biasanya, yaitu Hot Stone Massage. Tidak hanya sekadar memberi pijatan pada umumnya, sekarang kami juga memberikan layanan dengan ada kegiatan akunpuntur melalui batu,” Dayu menambahkan.

Untuk mendapatkan layanan pijat dari GO-MASSAGE, seluruh pengguna cukup memilih layanan GO-MASSAGE pada aplikasi GO-JEK. GO-MASSAGE juga memberi kesempatan bagi seluruh penggunanya untuk menjadwalkan layanan pijat untuk keesokan harinya.

Dara menyebutkan, Go-Massage membagi dua jenis pelanggaran dalam perjanjian tersebut yaitu pelanggaran terhadap aturan perusahaan dan pelanggaran terhadap hukum yang berlaku. Kalau terjadi pelanggaran aturan perusahaan, maka akan diberikan sanksi terminasi. Sementara untuk pelanggaran hukum, Dara melihatnya pada dua konsentrasi yakni tindakan asusila atau prostitusi.

Dara mengatakan apabila tawaran datang dari terapis namun konsumen menolak atau terganggu, maka akan diberi sanksi terminasi atau pemutusan hubungan mitra. Hak itu masuk dalam kategori tindakan asusila karena tidak ada uang yang bermain di sana. Begitu juga jika tawaran ‘pijat plus-plus’ yang datang dari konsumen, maka pihak Go-Massage memastikan konsumen tersebut akan berurusan dengan hukum.

Berbeda kasus jika kedua belah pihak menawarkan dan menerima tawaran ‘pijat plus-plus’ tersebut. Dara melihat hal tersebut sudah masuk ranah prostitusi dan bertentangan dengan hukum karena ada transaksi uang di dalamnya. “Kami menjunjung hukum dan undang-undang, sehingga jika ada perbuatan yang melanggar moral akan diberi sanksi tegas,” tutur Dara.

Info :
Go-Massage melakukan upaya, yaitu mitigasi dan resolusi. Tindakan mitigasi dilakukan dengan cara mendeteksi orang yang berniat lain selain dipijat. Tindakan tersebut akan disaring dari aplikasi. “Segala kata-kata yang mengandung makna negatif akan diblok,” kata dia.

Sementara itu, jika tiba-tiba konsumen melakukan tindakan asusila maka akan dilakukan tindakan langsung oleh satuan tugas yang dikoordinasikan oleh Go-Massage. Dara memastikan hal-hal yang dapat membahayakan terapis akan ditindak. Satgas akan bereaksi jika ada panggilan darurat. Rencananya, aplikasi Go-Massage akan dilengkapi fitur SOS untuk mencegah hal yang tidak diinginkan.

(Visited 3,084 times, 10 visits today)