Harga Emas Dihadang Kenaikan Probabilitas FED Rate Hike

In Berita Fundamental Emas by Reza Pahlevi

Harga emas melandai dari level tinggi tiga pekannya pada sesi perdagangan Selasa malam dan masih tertekan Rabu pagi ini (24/5). Penurunan dipicu oleh kenaikan probabilitas FED Rate Hike yang terpantau pada perangkat FedWatch milik CME Group. Melalui perangkat tersebut, diketahui bahwa pasar kini memperkirakan ada 83.1% peluang kenaikan Fed Funds Rate (FFR) di bulan Juni mendatang.

Pasar finansial kini agak berhati-hati pasca insiden bom di konser Ariana Grande di utara Inggris yang menewaskan sedikitnya 22 orang. Daesh mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut, dan status darurat teror Inggris pun dinaikkan ke level tertinggi. Sehubungan dengan itu, mata uang Pounds dan Euro tertekan, sehingga menyetop pelemahan kurs Dolar AS beberapa waktu sebelumnya.

Di sisi lain, FedWatch menunjukkan kenaikan probabilitas FED Rate Hike bulan Juni dari di bawah 70% menjadi 83.1%. FedWatch merupakan perangkat milik marketplace aset keuangan CME Group yang mengkalkulasikan kemungkinan hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) dimana bank sentral AS akan memutuskan akan melakukan perubahan atas suku bunga atau tidak. Meski kenaikan probabilitas ini masih dilatarbelakangi oleh data-data ekonomi yang beragam, yield Obligasi AS dan kurs Dolar naik ke level tinggi, sehingga mengurangi daya tarik emas bagi investor.

Tadi malam, IHS Markit melaporkan bahwa indeks PMI Manufaktur Amerika Serikat jatuh ke level terendahnya dalam delapan bulan di angka 52.5, sedangkan indeks PMI Jasa melejit ke level tertinggi empat bulan di angka 54. Sementara Depatemen Perdagangan menyebutkan bahwa penjualan rumah baru (New Home Sales) bulan April minus 11.4% MoM ke total 569,000 saja, jauh di bawah ekspektasi 610,000. Terlepas dari data-data tersebut, yield obligasi AS melesat ke level 2.278, tertinggi dalam satu sesi malam tadi. Indeks Dolar AS juga meloncat 0.23% ke 97.11, dan bahkan pagi ini sudah nangkring di 97.36.

Harga Emas sangat sensitif dalam menanggapi pergerakan yield obligasi AS dan kurs Dolar AS. Penguatan kurs Dolar membuat logam mulia menjadi lebih mahal bagi pengguna mata uang lain; sedangkan kenaikan suku bunga (yield) cenderung menaikkan opportunity cost bagi investor yang menanamkan dananya pada aset tak berbunga seperti Emas.

Kontrak berjangka emas untuk pengiriman bulan Juni di divisi COMEX New York Mercantile Exchange diperdagangkan melemah 0.30% pagi ini ke harga $1,251.69 per troy ons. Sementara Gold Spot XAU/USD sudah melorot hingga 1,251.57. Harga emas Antam di Butik Pulogadung Jakarta juga mengalami penurunan dari Rp 589,000 menjadi Rp 586,000 per gram, sedangkan harga buyback turun dari Rp 533,000 menjadi Rp 530,000 per gram.
(Visited 16 times, 1 visits today)