Harga Emas Dikerek Kondisi Politik Dan Data Ekonomi AS

In Berita Fundamental Emas, Kisah Sukses Dari Trading by Reza Pahlevi

Kekacauan kondisi politik AS dan pelemahan kurs Dolar karena data manufaktur AS yang menurun, mendorong harga emas di sesi Asia pada hari Selasa (16/05) naik. Adanya kekhawatiran pelaku pasar tentang potensi geopolitik karena uji coba rudal Korut juga masih membuat harga emas di sesi pagi ini meningkat.

Federal Reserve New York pada hari Senin malam kemarin menyatakan bahwa barometer aktivitas bisnis di New York secara tak terprediksi merosot. Data Indeks Manufaktur New York anjlok ke angka negatif untuk pertama kalinya sejak bulan Oktober tahun lalu, sebelum pemilu Presiden AS. Indeks data tersebut ambruk jauh di bawah ekspektasi yakni ke -1.0 dari sebelumnya di bulan April 5.2.

Para analis meyakini bahwa penurunan indeks itu bisa jadi karena kemunduran di sektor manufaktur yang signifikan. Selain itu, penurunan indeks ini kemungkinan besar sebagai akibat dari optimisme investor terkait dengan stimulus fiskal yang telah memudar. Hal tersebut mengingat pasar menilai pemerintah AS saat ini terlalu lambat dalam membuat aturan yang berhubungan dengan sektor ekonomi.

Pelemahan data manufaktur tersebut menambah dorongan harga emas untuk meningkat lagi setelah pada sesi sebelumnya harga si kuning terangkat oleh rilis data retail sales AS yang mengecewakan. “Pelemahan rilis data ekonomi AS ditambah langkah Donald Trump yang sulit diprediksi serta kecemasan tentang potensi geopolitik global karena tindakan Korut membuat harga emas bergerak naik lagi,” ucap Ole Hansen, Kepala Analis Komoditas di Saxo Bank.

Informasi
Saat berita ini diturunkan, harga emas spot mengalami kenaikan sebesar 0.30 persen ke kisaran harga 1,234 Dolar AS dan harga emas berjangka pada Comex New York Mercantile Exchange merangkak ke level 1,234 Dolar AS per troy ons. Sedangkan harga emas batangan pecahan 1 gram bersertifikat Logam Mulia turut menanjak menjadi di level Rp 580,000 dan harga buy back di harga Rp 521,000.
(Visited 8 times, 1 visits today)