Harga Emas Mendaki, Investor Menunggu Data GDP AS

In Berita Fundamental Emas by Reza Pahlevi

Harga emas di sesi Asia pada hari Jumat (26/05) ini terpantau naik tipis setelah rilis FOMC minutes kemarin. Saat berita ini diturunkan, harga emas spot diperdagangkan naik sebesar 0.18 persen menjadi ke level harga 1,257 Dolar AS dan harga emas berjangka untuk pengiriman bulan Agustus pada Comex New York Mercantile Exchange mengalami kenaikan ke kisaran level harga 1,260 Dolar AS per troy ons. Sementara harga emas batangan pecahan 1 gram bersertifikat Logam Mulia milik PT Aneka Tambang (Antam) Tbk diperdagangkan di level Rp 587,000 dan harga buy back emas batangan tersebut naik ke level Rp 532,000.

Harga logam mulia emas merangkak naik setelah rilis notulen rapat FOMC yang menunjukkan para petinggi Federal Reserve akan bersikap hati-hati dan menunggu bukti bahwa pelemahan terakhir dalam aktivitas ekonomi AS adalah bersifat sementara. Berdasarkan notulen rapat FOMC tanggal 2 hingga 3 lalu, sebagian besar anggota menilai, apabila serangkaian rilis data ekonomi AS membaik maka pejabat pembuat kebijakan the Fed perlu menyesuaikan kebijakan moneter-nya.

Seperti yang diketahui bahwa kekacauan politik yang terjadi di AS telah membebani mata uang Dolar dan menyebabkan kenaikan signifikan harga logam mulia emas sebagai aset safe haven. Akan tetapi, harga emas bisa jadi akan cenderung bearish ketika Dolar AS menguat lagi pasca bullishnya data initial jobless claim. Departemen Ketenagakerjaan AS kemarin menyatakan, data initial jobless claims hanya naik sebesar 1,000 menjadi 234,000 daripada ekspektasi kenaikan ke 238,000. Apiknya data ekonomi itu meningkatkan sentimen bahwa kondisi ekonomi AS kemungkinan akan rebound.

Saat ini sebagian besar para investor menunggu data GDP AS. Data ini merupakan data penting dan data yang ditunggu-tungu karena dinilai sebagai ukuran pertumbuhan ekonomi AS. Sebelumnya, data GDP AS kuartal pertama tahun 2017 hanya naik sebesar 0.7 persen, merupakan pertumbuhan ekonomi terendah sejak tahun 2014 lalu.

Catatan :
Para analis memprediksi data Preliminary GDP AS yang dirilis nanti malam akan meningkat ke 0.9 persen. Ketika data GDP tersebut mengalami kenaikan melebihi ekspektasi maka Dolar bisa menguat dan sebaliknya harga emas akan melandai.
(Visited 14 times, 1 visits today)