Harga Emas Tergelincir Jelang Rilis Data NFP AS

In Berita Fundamental Emas by Reza Pahlevi

Meski data ketenagakerjaan ADP memerah di bawah ekspektasi, harga emas tetap lemah, sejalan dengan rebound mata uang Dolar AS dan fokus sebagian besar pelaku pasar pada rilis data NFP nanti. Harga emas di sesi Asia hari Jumat (07/07) terpantau turun.

Saat berita ini diturunkan, harga emas spot XAU/USD mengalami penurunan sebesar 0.33 persen ke level harga 1,221 Dolar AS dan harga emas berjangka pada Comex New York Mercantile Exchange melemah sebesar 0.25 persen ke level 1,220 Dolar AS per troy ons. Sementara harga emas batangan pecahan 1 gram bersertifikat Logam Mulia milik PT Aneka Tambang (Antam), Tbk turut melandai ke level Rp 582,000 dan harga buy back berada di level Rp 522,000.

Selama sesi perdagangan Kamis kemarin, harga emas sempat merangkak naik ke level harga 1,224 Dolar AS. Kondisi ini dipicu oleh melemahnya kurs Dolar dan imbal hasil obligasi AS yang turun tipis. Hal tersebut terjadi karena rilis data data ketenagakerjaan versi ADP dan Initial Jobless Claims mengindikasikan perlambatan aktivitas di pasar tenaga kerja.

Data Non Farm Employment Change versi ADP bulan Juni hanya bertambah 158,000, di bawah ekspektasi sebagian besar para analis yang memperkirakan data ini akan bertambah sebanyak 185,000. Sementara itu, Badan Ketenagakerjaan AS merilis data Initial Jobless Claims AS yang naik 248,000 dari sebelumnya 244,000. Sayangnya, data ekonomi tersebut gagal menaikkan harga emas lebih lanjut seiring dengan data non manufaktur AS bulan Juni yang menguat signifikan. Data ISM PMI Non Manufaktur meningkat di atas ekspektasi yakni menjadi 57.4 dari bulan sebelumnya 56.9.

Harga emas tetap terkungkung di level rendah menjelang rilis data ekonomi NFP AS nanti malam. Data ekonomi NFP bulan Juni diperkirakan akan bertambah 179,000 dan tingkat pengangguran stabil di level 4.3 persen. Para investor terus mencermati rilis data ekonomi penting AS dan mewaspadai spekulasi tentang penundaan pengetatan kebijakan moneter oleh Federal Reserve.

“Federal Reserve sedang mengkhawatirkan tingkat inflasi yang melemah dan menurut saya para petinggi bank sentral ini bisa jadi tetap mempertahankan suku bunga-nya. Sejauh ini, hal tersebut sudah berhasil membuat dorongan pada pergerakan harga logam mulia emas,” ucap Jonathan Butler, analis Mitsubishi.

Note :
Perlu diketahui bahwa harga emas sangat sensitif dengan naik turunnya suku bunga. Harga emas akan cenderung menurun ketika tingkat suku bunga naik. Hal ini mengingat aset investasi yang berimbal balik bunga lebih diminati oleh para investor.
(Visited 12 times, 1 visits today)