Harga Minyak Menanjak, Harapkan OPEC-Rusia Terus Pasang Kuota

In Berita Fundamental Ekonomi by Reza Pahlevi

Harga minyak mentah berjangka pada sesi perdagangan Jumat pagi tadi (19/5) terpantau meninggi. Ini terkait dengan meningkatnya harapan pasar akan diperpanjangnya kesepakatan pemangkasan output yang berdampak pada diterapkannya kembali kuota produksi oleh Organization of Petroleum Exporting Countries  (OPEC) dan sejumlah negara produsen minyak lain, termasuk Rusia.

Harga minyak telah diperdagangkan dalam kisaran ketat dalam beberapa pekan terakhir seiring dengan silih-bergantinya kabar peningkatan produksi minyak di Amerika Serikat dan rencana perpanjangan pemangkasan output oleh OPEC. Akan tetapi, pelaku pasar kini makin yakin kalau OPEC, Rusia, dan sejumlah negara produsen minyak selain AS bakal memperpanjang kesepakatan lama mereka. Kesepakatan untuk memangkas nyaris 1.8 juta barel per hari (bph) dari produksi negara-negara utama tersebut sedianya akan berakhir pada bulan Juni 2017; tetapi kini diperkirakan akan diperpanjang hingga Maret 2018, sesuai persetujuan Saudi-Rusia beberapa hari lalu. Saat ini, Rusia menduduki kursi produsen minyak terbesar dunia, sedangkan Arab Saudi merupakan eksportir terbesar. Keduanya mengendalikan sekitar 20 juta bph output harian, setara dengan seperlima konsumsi minyak global.

Tanggal 25 Mei mendatang, pentolan-pentolan OPEC dan negara-negara terkait akan berjumpa di Wina untuk membahasnya. Sehubungan dengan itu, pada hari Kamis kemarin Pimpinan Eksekutif Rosneft, perusahaan produsen minyak terbesar Rusia, menyatakan bahwa mereka akan memenuhi kesepakatan pengurangan output yang ditentukan bersama. Di hari yang sama, dalam kesempatan berbeda, Menteri Energi Aljazair, Noureddine Boutarfa, juga menyampaikan bahwa kebanyakan produsen OPEC mendukung proposal Saudi-Rusia untuk memperpanjang kesepakatan hingga Maret 2018.

Note :
Saat berita ditulis, harga minyak Brent sudah naik ke $52.91 per barel, dan diproyeksikan bisa meningkat 3.5% dalam sepekan hingga ditutup pada penghujung hari Jumat nanti. Sedangkan West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan pada harga $49.78 per barel, level tertinggi sejak bulan April.
(Visited 16 times, 1 visits today)