Harga Minyak Menanjak Naik Setelah Saudi – Rusia Umumkan Kesepakatan

In Berita Fundamental Ekonomi by Reza Pahlevi

Arab Saudi dan Rusia sepakat memperpanjang pemangkasan output minyak mentah (Crude Oil) hingga Maret 2018, dalam rangka menyeimbangkan surplus-demand di pasar dunia. Kesepakatan tersebut mendorong harga minyak naik hingga lebih dari 1.5% di sesi perdagangan Asia pagi tadi (15/5).

hargaminyakMenurut Menteri Energi Arab Saudi Khalid Al-Falih, dalam joint statement dengan Menteri Energi Rusia Alexander Novak, peraturan dalam kesepakatan baru ini akan sama dengan persetujuan sebelumnya. Kedua menteri setuju untuk melakukan apa saja yang diperlukan guna mengurangi limpahan surplus minyak dalam inventori global yang masih bertahan di level tinggi, termasuk dengan mengundang partisipasi negara-negara produsen minyak lain dalam perpanjangan kesepakatan pemangkasan output ini. Targetnya, inventori turun hingga mencapai rerata lima tahun.

Berdasarkan kesepakatan yang masih berlangsung sekarang, negara-negara anggota OPEC dan sejumlah produsen minyak lain menjanjikan untuk memangkas output sebanyak hampir 1.8 juta barel per hari (bph) hingga pertengahan tahun 2017. Namun, para partisipan kesepakatan tersebut mesti mempertimbangkan perpanjangan, karena harga minyak mentah berjangka terus menerus lesu di kisaran $50 per barel dan surplus tak juga menyusut.

Saat ini, Rusia menduduki kursi produsen minyak terbesar dunia, sedangkan Arab Saudi merupakan eksportir terbesar. Keduanya mengendalikan sekitar 20 juta bph output harian, setara dengan seperlima konsumsi minyak global. Karenanya, pengumuman ini disambut baik oleh pasar.

Informasi
Ketika berita ditulis, harga minyak Brent sudah naik hingga $51.64 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) berada di kisaran $48.64 per barel. Mata uang Dolar Kanada yang berkaitan erat dengan harga minyak juga menunjukkan penguatan dengan USD/CAD anjlok ke 1.3681 dari kisaran 1.3722.
(Visited 4 times, 1 visits today)