Internet Ubah Perilaku Konsumen Otomotif Indonesia Saat Hendak Beli Mobil

In Berita Terhangat dan Terkini by Kia Pratiwi

Google dan TNS belum lama ini mengumumkan hasil penelitian yang dilakukan pada 2016 lalu mengenai peran penting perangkat seluler dalam menentukan keputusan pembelian mobil di Indonesia. Hasilnya, 73 persen responden menggunakan perangkat selulernya ketika hendak mencari informasi tentang mobil. Menurut Industry Head Google Indonesia, Amalia Fahmi, Google memang melakukan survei riset berdasarkan beberapa industri yang menjadi fokus mereka di Indonesia. Google melakukan penelitian ini karena melihat internet telah mengubah kebiasaan orang sehari-hari di berbagai industri, termasuk otomotif.

Pengaruh Internet Terhadap Perilaku Masyarakat Indonesia
Orang Indonesia sedang dalam fase berubah dalam kebiasaan mereka sehari-hari dengan adanya internet. Ini hal menarik untuk kita survei bagaimana internet memengaruhi kebiasaan orang pada saat ingin membeli mobil,” kata Amalia ketika ditemui di hotel Fairmont, Jakarta, belum lama ini. Meski bersedia menjelaskan latar belakang Google melakukan penelitian, Amalia tak bisa menyebutkan secara rinci mengenai di wilayah mana saja survei ini dilakukan, ataupun rentang usia responden yang dijadikan sampel. Ia hanya memastikan responden yang diambil cukup mewakili dari total populasi konsumen mobil di Indonesia.

Penelitian ini mengambil sampel 508 responden dari beberapa wilayah di Indonesia, kota-kota besar di Indonesia. Tapi berapa dan apanya, saya enggak ada informasi. Tapi cukup mewakili dari total populasi pembeli,” papar Amalia. Amalia juga menjelaskan survei ini dilakukan bukan untuk mengetahui tipe mobil apa yang paling banyak dicari di Indonesia. Namun untuk mengetahui kebiasaan orang Indonesia ketika berencana membeli mobil. “Kita enggak spesifik ke situ, enggak spesifik ke tipenya. Kita lihat kebiasaan mereka, bukan untuk mengetahui. Saya rasa ada surveinya sendiri (tipe) apa yang diminati,” ucapnya.

Andalkan internet untuk cari informasi

Penelitian ini menunjukkan bahwa perangkat seluler berperan penting dalam menentukan keputusan pembelian mobil di Indonesia. Pembeli mobil di Indonesia rata-rata memiliki 1,7 perangkat, dan 73 persen dari mereka menggunakan perangkat seluler. Mereka menggunakan ponsel di semua tahapan pembelian, terutama saat ingin mencari informasi tentang mobil. Sebanyak 67 persen berkata bahwa mereka menggunakan Google Penelusuran untuk mulai mencari informasi tentang mobil yang ingin dibeli.

Di Indonesia, kata Amalia, membeli mobil bukanlah sesuatu yang remeh dan butuh waktu berminggu-minggu untuk menentukan pilihan. Bahkan, 72 persen pembeli mobil di Indonesia memerlukan waktu setidaknya dua bulan untuk memilih merek mobil yang tepat.

“Video online juga mengubah pandangan mengenai mobil atau manufaktur. Video online turut memperkenalkan mobil baru yang tidak dipertimbangkan sebelumnya. Dengan (video) 360, bisa lihat mobil itu secara 360 (derajat). Experience seperti di showroom, lebih nyata,” ucapnya.

Adapun beberapa poin penting dalam hasil penelitian ini yakni:

  • Pertanyaan yang paling penting bagi 98 persen pembeli mobil di Indonesia adalah, “Apa mobil terbaik?”
  • Menurut 83 persen pembeli mobil di Indonesia, video mengubah pendapat mereka tentang mobil atau produsen mobil secara positif.
  • 93 persen pembeli mobil di Indonesia mencari tahu penawaran terbaik yang bisa mereka dapat.
  • 95 persen pembeli mobil di Indonesia berkata bawa mereka rajin mencari promo.
  • 52 persen pembeli mobil di Indonesia mencari dealer lewat internet, menandakan bahwa perangkat seluler tidak hanya memengaruhi mobil yang dipilih, namun juga tempat membelinya.
  • 72 persen pelanggan yang membeli di dealer berkata bahwa mereka  mencari informasi tentang mobil di internet sebelum memutuskan untuk membelinya.
  • 49 persen mengaku tidak keberatan membeli mobil secara online jika pilihan itu tersedia.
Cari mobil dengan kata kunci
Pihak Google belum bersedia membeberkan kata kunci apa yang biasa diketik oleh pengguna ketika sedang mencari informasi tentang mobil. Meski begitu, Industry Analyst Google Indonesia, Abraham Hutagalung, bersedia menjelaskan sedikit mengenai pembagian kata kunci. Menurutnya kata kunci bisa dibagi dua, yakni brand keyword atau generic keyword.

Harga Agya atau Yaris, itu contoh brand keyword. Generic keyword itu tanpa brand, misalnya MPV murah 2016. Generic keyword masih lebih besar dari pada brand keyword,” kata Abraham.

Manfaatkan Video 360

Toyota Astra Motor (TAM) merupakan salah satu agen tunggal pemegang merek yang memanfaatkan perkembangan teknologi untuk mempromosikan produknya. Berbagai platform media digital dijadikan TAM sebagai pintu masuk untuk menjangkau lebih banyak calon konsumen. Seperti yang diutarakan Head of Media Relation TAM, Dimas Ibrahim Aska. Menurutnya dahulu kala orang-orang masih memakai selebaran yang ditempel untuk mempromosikan mobil yang menjadi barang dagangannya. Kini cara konvensional ini mulai beralih dengan mempromosikan produk melalui situs web, media online, maupun media sosial seperti  Instagram dan Youtube.

Ketika ditanya mana yang paling besar pengaruhnya, Dimas mengatakan situs web masih memberikan pengaruh paling dominan pada calon pembeli. Apalagi pihaknya bersama Auto 2000 sudah menyediakan fitur video 360 di situs mereka. Melalui video ini, kata Dimas, calon pembeli tak harus datang ke dealer jika ingin melihat-lihat interior mobil idamannya.

Toyota sudah dua tahun terakhir (pakai video 360). Dulu orang mau lihat interior harus datang pagi-pagi ke dealer, sekarang bisa jam 12 malam,” kata Dimas. Mengenai seberapa besar pengaruh video bagi calon pembeli sebelum melakukan transaksi, Dimas mengatakan hal itu tak bisa diukur secara pasti. Menurutnya promosi melalui video merupakan bagian dalam sebuah perjalanan ketika seseorang mencari informasi mengenai tipe mobil yang sesuai keinginannya. Video (pengaruhnya) besar, tapi itu sebuah journey. Bagaimana setelah melihat video, cari info lebih lanjut, cari info dari media. Itu yang kita coba penuhi. Video 360 harus ada sehingga orang pada saat jam 12 malam bisa mencari informasi,” tuturnya. Kita tak hanya memikirkan sebuah aktivitas mendapatkan sesuatu. Aktivitas mendukung aktivitas lainnya, sehingga terjadi purchasing,” tambahnya.

(Visited 12 times, 1 visits today)