Jadi Serangan Cyber Terbesar, Berapa Jumlah Korban WannaCry?

In Berita Terhangat dan Terkini by Reza Pahlevi

Ransomware WannaCry atau disebut juga WannaCrypt didaulat sebagai serangan cyber terbesar di dunia. Persebaran program jahat tersebut kini telah mencakup ratusan negara dan masih ada kemungkinan meluas. Head of Europol, Rob Wainwright mengatakan bahwa penyebaran WannaCry benar-benar di luar dugaan dan tergolong serangan cyber terbesar. Sekarang saja program jahat itu sudah menyerang lebih dari 200.000 korban di sekitar 150 negara. “Pasti kami akan mendapatkan alat untuk melakukan dekripsi, tapi sementara waktu ini, program jahat itu masih merupakan ancaman hidup dan kami masih dalam mode pemulihan pasca bencana,” terang Wainwirght.

Para ahli keamanan cyber juga menyebutkan bahwa efek serangan WannaCry ini telah melumpuhkan banyak rumah sakit, perusahaan besar, dan kantor pemerintah. Sebagian besar serangan menarget Rusia, Ukraina dan Taiwan. Selain itu,serangan WannaCry juga berdampak besar ke negara lain, yakni Inggris, China, Amerika Serikat dan Indonesia. Di Inggris setidaknya ada 16 rumah sakit yagn tergabung dalam jaringan National Health Service (NHS) menjadi korban serangan WannaCry. Beberapa di antara rumah sakit yang diserang itu bahkan mesti meminta pasien membatalkan janji dengan dokter karena sistem mereka terganggu. Di China,perusahaan keamanan internet Qihoo360 mengedarkan peringatan bahaya karena WannaCry telah menyerang sejumlah besar kampus dan komputer milik pelajar. Bahkan sistem pembayaran digital di beberapa stasiun pengisian bahan bakar setempat mesti offline karena masalah tersebut.

Di Amerika Serikat, serangan WannaCry menghantam raksasa logistik Fedex. Selain itu, dua perusahaan telekomunikasi besar, Telefonica di Spanyol dan Megafon di Rusia juga dihantam serangan WannaCry. Begitu pula dengan kantor perusahaan otomotif Nissan di Inggris. WannaCry juga telah menyerang sampai ke Indonesia. Setidaknya sejak Sabtu (13/5/2017), diketahui sudah ada dua rumah sakit yang diserang WannaCry, yakni Dharmais dan Harapan Kita.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) pun mendadak menggelar konferensi pers dan mengumumkan langkah pencegahan terkait penyebaran ransomware WannaCry. Para ahli cyber mengatakan bahwa penyebaran ransomware WannaCry telah dihentikan oleh seorang peneliti keamanan di Inggris. Namun peretas yang mengembangkan program jahat itu mengakut telah mengantisipasi penghentian itu dengan menyebarkan WannaCry versi kedua. Soal WannaCry versi kedua ini, National Cyber Security Center Inggris mengatakan bahwa pada Minggu (14/5/2017) belum ditemukan adanya indikasi serangan baru. Tapi mereka memperingatkan bahwa kemungkinan ada sejumlah infeksi yang belum terdeteksi, dan infeksi WannaCry yang ada sekarang pun masih berpotensi menular.

Informasi
Sekadar diketahui, WannaCry merupakan program jahat jenis ransomware yang sanggup masuk ke komputer dan menyandera data-data pribadi di dalamya. Ransomware memasang enkripsi atau kunci pada data-data itu sehingga sang pemilik tidak bisa mengaksesnya. Pemilik biasanya diminta mengirim sejumlah uang untuk menebus data-data tersebut.
(Visited 15 times, 1 visits today)