Jenis Investasi Safe Haven

In Tips Trading by Reza Pahlevi

Jenis investasi safe haven adalah investasi yang mempunyai tingkat resiko rendah pada periode ketika perekonomian global tidak menentu. Masalahnya adalah suatu jenis investasi safe haven adalah safe haven hingga jenis investasi tersebut tidak lagi safe haven. Ada beberapa jenis asset yang saat ini termasuk dalam safe haven diantaranya bond pemerintah AS, emas dan perak, tanah dan properti. Hal yang perlu Anda ketahui adalah memutuskan kapan Anda akan masuk ke asset-asset tersebut.

Contoh klasik adalah bond pemerintah AS. Dalam hal ini pembayaran kupon dan nilai pokoknya dijamin sepenuhnya oleh pemerintah AS. Dan karena pemerintah AS dianggap tidak pernah default (gagal) dalam membayar hutang maka bond pemerintah AS dianggap jenis investasi safe haven. Banyak pemerintahan negara-negara lain yang juga menerbitkan bond, namun tingkat resikonya tidak selalu sama. Sebagai contoh pemerintah Rusia pernah default dalam membayar bond pada tahun 2000, dan juga pemerintah Australia pada tahun 1930-an. Beberapa negara Eropa juga demikian ketika terjadi krisis hutang hingga tahun 2012.

Disamping bond pemerintah AS yang bisa ditarik berdasarkan kekuatan kredibilitas pemerintah AS, beberapa jenis asset safe haven secara fisik tidak berubah meskipun terjadi kekacauan ekonomi global seperti emas dan perak, tanah dan properti. Meski demikian apakah saat ini investasi pada emas dan perak benar-benar tanpa resiko, atau yang beresiko rendah? Harga emas saat ini memang jauh lebih tinggi dibandingkan tahun 1980-an yang berada pada level USD 300 hingga USD 400 per ounce, tetapi 2 tahun terakhir cenderung terus merosot dari harga tertingginya USD 1920.72 pada September 2011.

Emas tidak lagi dianggap sebagai jenis asset safe haven jika nilainya tiba-tiba turun hingga mendekati level tahun 1980-an. Banyak investor individu di Australia yang menganggap jenis asset tanah dan properti adalah yang paling kecil tingkat resikonya, tetapi akhir-akhir ini banyak yang tidak puas dengan merosotnya harga properti akibat pengaruh krisis finansial global.

Waktu untuk berinvestasi ke jenis asset safe haven barangkali adalah sebuah keputusan yang sulit. Apakah Anda akan menunggu hingga harga asset yang telah Anda miliki jatuh dan kemudian menjualnya untuk dimasukkan ke asset safe haven? Hal tersebut kelihatannya masuk akal saat ini tetapi masalahnya mungkin kerugian Anda telah menumpuk.

Setelah berakhirnya krisis finansial global, pasar saham akan rebound dan saatnya Anda masuk, tetapi ketika terjadi resesi Anda bisa kembali melirik asset-asset safe haven. Dalam menentukan waktu untuk berinvestasi Anda sebaiknya memperhatikan juga siklus ekonomi suatu negara dimana Anda ingin berinvestasi.

Catatan :
Anda tidak harus beralih ke jenis asset-asset safe haven hanya ketika keadaan ekonomi tidak menentu, jika Anda melakukan diversifikasi dengan baik pada asset-asset Anda, maka porto-folio Anda adalah juga termasuk jenis asset safe haven, yang tetap bisa profitable baik ketika kondisi ekonomi sedang ekspansi maupun ketika kondisi ekonomi tidak menentu.
(Visited 10 times, 1 visits today)