Kurs Rupiah Menguat, BI Kembali Singgung Redenominasi

In Berita Fundamental Ekonomi by Kia Pratiwi

Gubernur BI, Agus Martowardojo, kembali memberikan pernyataan tegas mengenai redenominasi Rupiah. Kondisi ekonomi Indonesia saat ini dinilainya sudah cukup baik, sehingga menyegerakan redenominasi merupakan langkah yang tepat. Oleh karena itu, apabila aturan redenominasi Rupiah disahkan tahun ini, maka implementasinya dapat diwujudkan secara utuh pada tahun 2024 atau 2025, tambah Agus.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia


Pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal pertama tahun 2017 telah mencapai 5.01 persen. Menurut Agus, kondisi itu sudah lebih baik dibandingkan dengan kuartal pertama dan keempat pada tahun 2016. Pemerintah sebetulnya sudah menyusun RUU redenominasi mata uang ke dalam Prolegnas 2017. RUU tersebut bahkan sudah diajukan ke DPR. Namun, para pembuat kebijakan menilai bahwa hal tersebut bukanlah prioritas, sehingga belum dimasukkan ke dalam daftar UU untuk digodok antara tahun 2015 sampai tahun 2019.

Kendati demikian, Gubernur bank sentral tersebut tetap menunjukkan harapannya agar DPR segera menindak serius RUU Redenominasi Rupiah demi meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas. “RUU-nya hanya terdiri dari 18 pasal. Mereka (DPR) perlu segera mengesahkannya, Terlepas dari itu, Agus menambahkan penegasan bahwa redenominasi mata uang yang dimaksudkan bukan sekedar pemotongan nilai mata uang. Ia memperjelas bahwa redenominasi mata uang lebih kepada langkah untuk menentukan ulang jumlah angka mata uang, dan secara bersamaan harga barang dan jasa juga harus disebutkan ulang.
Rencana untuk meapras tiga nol dalam mata uang Rupiah sudah digaungkan sejak tahun 2013. Akan tetapi, pengesahannya ditunda oleh DPR pada tahun 2014 sehubungan dengan situasi ekonomi Indonesia yang kurang menguntungkan.

Kurs Rupiah Hari Ini
Terlepas dari soal redenominasi Rupiah, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS hari ini tampil menguat. USD/IDR diperdagangkan pada angka 13,318 versi Bloomberg. Sedangkan dalam transaksi antarbank di Jakarta, nilai tukar Rupiah menguat 15 poin menjadi Rp13,307 per dolar AS. Melemahnya sejumlah data ekonomi AS baru-baru ini menjadi penekan Dolar AS. Imbasnya, harapan akan kenaikan suku bunga The Fed bulan Juni nanti sedikit terkikis.
(Visited 18 times, 1 visits today)