Lonjakan Pengiriman Paket Jelang Lebaran 2017 di JNE Didominasi E-Commerce

In Berita Terhangat dan Terkini by Kia Pratiwi

Selama bulan Ramadan hingga hari raya Idul Fitri, aktivitas pengiriman barang lewat jasa logistik cenderung mengalami peningkatan. Hal ini diakui oleh salah satu perusahaan logistik besar di tanah air, JNE. Mereka memperkirakan akan ada kenaikan minimal 19 juta pengiriman menjelang musim Lebaran 2017. Di tahun-tahun sebelumnya, lonjakan permintaan biasanya terjadi seminggu  sebelum Ramadhan. Namun untuk saat ini, lonjakan tersebut sudah terasa di minggu kedua bulan Ramadan,” ujar M. Feriadi, selaku Presiden Direktur dari JNE.

Meroketnya minat konsumsi belanja online

Menariknya, dari seluruh transaksi yang mereka jalankan, mayoritas dikuasai oleh pengiriman barang dari bisnis jual beli online, baik yang berlangsung lewat e-commerce maupun media sosial. VP Marketing JNE, Eri Palgunadi menjelaskan kalau dari tujuh puluh persen konsumen ritel mereka, empat puluh persen di antaranya merupakan konsumen e-commerce terkemuka. Sedangkan tiga puluh persen sisanya adalah konsumen di luar platform marketplace e-commerce (mereka yang berjualan di sosial media, word of mouth, dan sebagainya).

“Tiga puluh persen ini adalah konsumen yang detailnya agak susah terlacak karena mereka dihitungnya sebagai pengirim individu. Bagaimana mendata jenis   konsumen seperti ini adalah hal yang menjadi PR bagi kita”, jelas Eri. Di luar angka tujuh puluh persen tadi, JNE sendiri melayani bisnis pengiriman dan logistik lain seperti layanan pergudangan bagi pelaku e-commerce, jasa pabean, pengiriman kargo, dan lain-lain. Kasus lonjakan serupa juga sempat menjadi bahasan Robin Lo, Direktur J&T Express ketika memaparkan perkembangan perusahaan logistiknya dalam acara program kolabarasi bersama Shopee beberapa minggu lalu. Melihat situasi yang berkembang saat ini, sudah menjadi hal tak bisa dihindari jika pangsa logistik bakal semakin didominasi kebutuhan e-commerce dan belanja online.

Jajaki bisnis platform e-commerce untuk pasar yang berbeda

Geliat pertumbuhan e-commerce yang semakin besar dari tahun ke tahun mendorong JNE untuk turut menjajaki ranah marketplace online melalui unit bisnis PESONA yang diluncurkan bulan Mei 2017. Nama dari marketplace online khusus jajanan daerah dan parsel ini merupakan singkatan dari Pesanan Oleh-oleh Nusantara. Lewat platform berbelanja ini, mereka tidak hanya mengelola situs dan mendistribusikan makanan tersebut secara langsung melalui pengiriman JNE, tetapi juga menjadi perantara bagi pelaku UKM daerah yang ingin menjual makanan mereka melalui situs tersebut. Eri mengklaim saat ini terdapat kurang lebih 800 UKM yang menjual produk mereka di PESONA.

Lebih lanjut Eri menjelaskan bahwa PESONA sendiri awalnya adalah program CSR untuk menghimpun kedekatan terhadap UKM, terutama mereka yang bergerak di bidang pembuatan makanan dan minuman. Sama seperti marketplace lainnya, PESONA juga berkembang hingga memiliki semacam tim merchant acquisition seperti e-commerce pada umumnya, hanya saja bedanya kita tidak bisa seagresif mereka sehingga hampir semua barang bisa masuk,” ungkap Eri.

Walau platform marketplace mereka terus mengalami pertumbuhan, namun Eri dan juga Presdir JNE, M. Feriadi menegaskan pihaknya tetap tidak akan melupakan inti bisnis JNE sebagai perusahaan yang bergelut di bidang logistik. Unit bisnis PESONA tidak serta merta akan total dalam bersaing menghadapi pemain e-commerce lain yang selama ini menjadi partner JNE dalam berbisnis pengiriman. Meskipun demikian, mereka tetap berharap PESONA bisa menjembatani UKM daerah dalam memasarkan bisnis mereka melalui platform online.

(Visited 34 times, 1 visits today)