Melemahnya Kurs Dollar Dorong Harga Emas Meninggi

In Berita Fundamental Emas by Reza Pahlevi

Pelemahan kurs Dolar yang terjadi terhadap beberapa mata uang asing lain mampu mendorong harga emas di sesi Asia siang ini (29/06) meningkat.Saat berita ini ditulis, harga emas spot XAU/USD diperdagangkan meningkat sebesar 0.24 persen ke level harga 1,252 Dolar AS dan harga emas berjangka untuk pengiriman bulan Agustus mengalami kenaikan
sebesar 0.22 persen menjadi 1,251 Dolar AS per troy ons.

Selama sesi perdagangan hari Rabu malam kemarin, harga emas terpantau meninggi seiring dengan adanya pelemahan kurs Dolar karena serangan cyber global. Dalam sepekan ini, mata uang Dolar AS telah menurun sebesar 0.6 persen. Peningkatan harga si kuning didorong pula oleh penundaan voting layanan kesehatan AS yang menyebabkan sebagian besar pelaku pasar meragukan kemampuan Presiden AS, Donald Trump dalam meningkatkan kondisi perekonomian negeri Paman Sam ini.

Note :
Kurs Dolar di sesi sebelumnya tenggelam ke level terendah sejak bulan November terhadap Euro setelah komentar Mario Draghi. Dolar juga terpantau melemah terhadap beberapa mata uang mayor lain. Seperti yang diketahui bahwa pelemahan Dolar membuat harga emas lebih murah bagi pemegang mata uang lain selain Dolar AS sehingga membuat harga logam tersebut merangkak naik

“Setelah ini saya kira harga emas bisa naik perlahan tapi pasti karena adanya pelemahan kurs Dolar,” ujar Georgette Boele, seorang analis di ABN Amro. Sayangnya, kenaikan harga logam mulia emas tertahan oleh naiknya imbal hasil obligasi AS yang dipicu oleh pernyataan Mario Draghi seputar stimulus ECB. Namun, Boele tetap optimis dan memprediksi pada akhir tahun 2017 nanti, harga emas bisa jadi akan diperdagangkan naik ke level USD1,300.

“Munculnya risiko terkait dengan adanya potensi koreksi pada bursa saham menjadi penanda bahwa sebagian investor saat ini tetap menjadikan emas sebagai aset perlindungan mereka”, kata Ole Hansen Kepala Analis pasar komoditas di Saxo Bank. Hansen mengungkapkan bahwa investor saham sedang khawatir setelah Ketua Federal Reserve, Janet Yellen menyatakan, kondisi harga saham-saham AS kini mungkin berada dalam keadaan over value.

(Visited 6 times, 1 visits today)