memahami apa itu breakout dalam forex

In Panduan Forex Pemula by Della Fitriani

Suatu tembusan (breakout) dalam dunia perdagangan Forex terjadi ketika harga menembus suatu tingkat penyangga (support) atau tahanan (resistance) penting dan terus bergerak ke arah yang sama. Kita bisa menemukan breakout dari sebuah batasan daerah atau daerah konsolidasi, pola diagram (seperti segitiga/triangle), atau dari trend line. Di sisi lain, terdapat juga tembusan palsu (false breakout). Maksud dari hal ini adalah harga menembus tingkat tertentu namun harga segera kembali ke dalam daerah tingkat yang ditembus sebelumnya.

Bagaimana Breakout Bisa Diterapkan Dalam Trading Forex?

Dalam tren pasar yang berkembang, umumnya orang akan berlomba-lomba melakukan buy ketika harga bergerak naik. Karenanya, strategi Breakout dilakukan dengan menunggu pasar mencapai titik resisten lalu masuk (buy) di atas (breakout) titik tersebut. Jika tren bullish yang berlangsung cukup kuat, maka harga akan bergerak ke titik yang lebih tinggi lagi.

Sebaliknya, orang akan cenderung ramai-ramai sell jika harga merosot. Karenanya, posisi sell dalam strategi Breakout dilakukan dengan menunggu pasar mencapai titik support tertentu, lalu masuk (sell) di bawah titik tersebut. Jika tren bearish cukup kuat, maka harga bakal terus menurun ke level yang jauh lebih rendah.

Titik terjadinya break out atau jebol atap digambarkan sebagai tanda bintang berwarna hijau.

Jika kita membeli sebelum terjadi break out (area nomor 1),di satu sisi tindakan ini cukup beresiko karena belum tentu break out terjadi meskipun sudah nampak gejalanya. Namun sisi positifnya,ketika break out benar-benar terjadi maka kita boleh tersenyum karena kita mendapat harga lebih murah.

Nah, ketika terjadi break out yang didukung dengan volume perdagangan yang tinggi (ditunjukkan oleh diagram batang volume yang melompat), maka biasanya harga juga naik dengan cepat. Ketika terjadi konfirmasi break out,harga sudah berada jauh di atas titik break out, pada gambar ditunjukkan pada nomor 2.

Jika kita membeli pada area nomor 2 ini, sisi positifnya, kita pasti “dapat barang”, karena sebuah saham yang break out terkadang bergerak cepat dan belum tentu mengalami retracement atau kembali ke titik break outnya. Sisi negatifnya, jika kita membeli di point 2, kita akan mendapat saham di harga yang lebih mahal. Jarak dengan level stop loss (garis pink) pun semakin jauh, sehingga ketika titik stop loss tersentuh kita akan mengalami kerugian yang cukup besar.

(Visited 39 times, 1 visits today)