Memahami Korelasi Pair

In Berita Fundamental Forex by Kia Pratiwi

Nilai suatu mata uang diukur dengan membandingkannya terhadap mata uang negara lain. Inilah yang menjadi penyebab dibalik pengelompokan pair-pair mata uang yang kita kenal saat ini. Contohnya, nilai Euro pada pair EUR/USD ditentukan dari perbandingan mata uang tersebut dengan USD. Secara umum, kita sepakat bahwa jika harga suatu pair mata uang naik maka kita akan melakukan pembelian. Langkah ini tepat tetapi kita belum melihat prospek pergerakan berikutnya. Ada kemungkinan harganya justru akan turun karena pengaruh dari korelasi pair tersebut dengan pair lainnya.

Koefisien korelasi berkisar antara -1 dan +1.


Korelasi +1 menunjukkan bahwa 2 pasangan mata uang pasti akan selalu bergerak ke arah yang sama. Korelasi -1 menunjukkan bahwa a pasangan mata uang pasti akan bergerak ke arah yang berlawanan. Korelasi nol menunjukkan bahwa hubungan antara pair-pair mata uang benar-benar acak.

Korelasi positif


Angka positif tapi kurang dari +1 menunjukkan bahwa 2 pasangan mata uang pada umumnya bergerak ke arah yang sama tetapi tidak selalu terjadi. Nilai yang mendekati +1 menunjukkan bahwa pada umumnya keduanya bergerak dalam arah yang sama.

Korelasi negatif


Angka negatif, tetapi lebih dari -1 menunjukkan bahwa 2 pasangan mata uang pada umumnya bergerak ke arah yang berlawanan, tetapi tidak selalu terjadi demikian. Nilai yang mendekati -1 berarti secara umum keduanya bergerak ke arah yang berlawanan.

Bagaimana Cara Menggunakan Korelasi Mata uang Ketika Trading?

Idealnya, korelasi bersifat dinamis dan dapat berubah setiap saat. Anda dapat mencatat korelasi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir dan membandingkannya dengan nilai korelasi dalam jangka panjang, misalnya satu tahun terakhir. Jika nilai jangka pendek jauh berbeda dari nilai jangka panjang, kemungkinan besar inilah saatnya untuk membuka trading. Tapi bagaimana cara untuk menentukannya?

Misalnya pair A dan B memiliki nilai korelasi 0.98 selama satu tahun terakhir. Ini berarti bahwa mereka berdua bergerak hampir ke arah yang sama. Ketika pair A bergerak ke atas, pair B juga bergerak dengan kecepatan yang sama. Tiba-tiba Anda melihat bahwa selama satu bulan atau satu minggu terakhir, nilai korelasi dari pair A dan B adalah 0.10. Ini berarti keduanya bergerak ke arah yang sama tetapi dengan kecepatan yang berbeda. Untuk memperjelas kondisi itu, kita bayangkan ada dua mobil sedang bergerak ke arah yang sama, yang satu bergerak 100 mil/jam dan yang satu lagi 10 mil/jam. Kita bisa saja berasumsi bahwa yang kedua mungkin harus mengejar yang pertama dengan kecepatan yang lebih tinggi. Jika demikian apa yang harus kita lakukan? Mari kita cari tahu dimana korelasinya.

Ketika kita menggunakan contoh mobil untuk menggambarkan trading mata uang di atas, misalkan sepasang mata uang bergerak ke arah yang sama dan telah bergerak dengan korelasi dari 0.60 dalam jangka panjang dan tiba–tiba dalam beberapa hari terakhir menjadi 0.20, kita hanya perlu melihat mana pergerakan pair mata uang yang kenaikannya lambat dan itulah pair yang akan kita beli.

(Visited 25 times, 1 visits today)