Menerka Siapa Pelaku Penebar Teror Ransomware WannaCry

In Berita Terhangat dan Terkini by Della Fitriani

Serangan ransomware WannaCry telah menjadi sorotan banyak pihak, terutama para ahli keamanan digital. Serangan tersebut sangat masif dan menyerang siapapun tanpa ampun. WannaCry dikatakan memanfaatkan celah keamanan pada port SMB di Windows. Celah keamanan tersebut sebenarnya telah diperbaiki oleh Microsoft sejak Maret, namun masih banyak pihak yang belum memasang patch keamanan yang disediakan. Pertanyaannya, siapa pihak di balik serangan masif WannaCry?

Bareskrim Masih Kejar Penyerang Virus Ransomware

Indonesia kini sedang dihebohkan dengan masuknya virus Ransomware WannaCry. Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Fadil Imran mengatakan pelaku penyerangan virus tersebut masih diidentifikasi.

Kami melakukan identifikasi pelaku melalui digital forensikFadil

Fadil mengatakan saat ini polri tengah melakukan langkah-langkah untuk mencari siapa pelaku penyerangan virus Ransomware WannaCry. Polisi kata dia, sudah mendatangi salah satu tempat yang mendapatkan serangan virus tersebut.

Menerka Siapa Pelaku Penebar Teror Ransomware WannaCry

Belum diketahui pasti siapa pelaku di balik penyeraban WannaCry tersebut. Informasi yang beredar, Shadow Brokers diketahui bertanggungjawab atas aksi kriminal siber itu. Kelompok tersebut mengklaim telah mencuri alat peretas data dari National Security Agency.

Identitas Broker Shadow tidak diketahui, meskipun banyak periset keamanan mengatakan bahwa mereka mungkin berada di Rusia. Rusia merupakan salah satu negara yang paling banyak terkena dampak oleh WannaCry.

WannaCry mengeksploitasi kerentanan dan menyebarkan dirinya ke seluruh jaringan internet perusahaan. Fitur langka dan kuat menyebabkan infeksi melonjak. Kode untuk memanfaatkan bug itu dikenal sebagai “Eternal Blue”.

Menurut Pakar Keamanan Siber CISSRec, Pratama Persadha, WannaCry merupakan metode baru. Saya enggak tahu motifnya apa, kita lihat pada hari pertama, efek paling besar ialah negara Rusia 85 persen serangan (terjadi) dalam 3 jam pertamaPratama
(Visited 18 times, 1 visits today)