Mengenali Pola Candle Hammer Bullish

In Panduan Menggunakan Indikator by Kia Pratiwi

Anda mencari sinyal deteksi reversal harga yang simpel, tidak pakai repot, dan praktis? Bisa! Caranya cukup mudah, Anda hanya perlu belajar memahami pola candle hammer bullish dan mempraktikkan sinyal dari pola candle tersebut secara akurat.

Pengertian Pola Candle Hammer Bullish
Seperti namanya, candle hammer bullish bisa dengan mudah dikenali dari kemiripannya seperti bentuk palu. Badan (body) bar terbentuk dari pergerakan harga closing yang tidak bergerak jauh dari harga opening. Kualitas sinyal dari pola ini ditentukan dari panjang shadow-nya. Lower shadow minimal harus berukuran dua kali lebih panjang daripada badan. Sedangkan upper shadow berukuran jauh lebih kecil dari badan, atau tak terlihat sama sekali.

Bentuk badan dan shadow dari pola di atas menandakan bahwa kekuatan seller sedang melemah dibanding buyer. Terlihat jelas dari usaha seller untuk menembus harga turun tapi justru di-close oleh buyer tidak jauh dari harga opening-nya. Perhatikan juga posisinya. Candle hammer bullish hanya akan valid sebagai sinyal reversal apabila terbentuk di akhir downtrend. Anda bisa mengantisipasi kapan sebuah trend akan berakhir dengan cara menggunakan garis support dan resistansi. Kesalahan-kesalahan umum biasanya terjadi ketika pemula salah menyikapi sinyal berbentuk “palu” ini ketika posisinya masih berada di tengah-tengah trend atau di puncak uptrend. Posisi “palu” saat uptrend sedang berjalan sebenarnya adalah sinyal kelanjutan trend bullish dan pinbar. Sedangkan “palu” di puncak uptrend adalah sinyal reveral bearish hanging man.

Aplikasi Praktis Pola Candle Hammer Bullish

Setelah paham teori dasarnya, dari sini kita bisa mempraktikkan langsung strategi trading saat sinyal pola candle hammer bullish terbentuk. Namun, sebelumnya Anda harus memperhatikan beberapa faktor berikut:

  • Connector.

    Gunakan Timeframe Daily

    Jika Anda pemula, maka disarankan untuk belajar membaca sinyal dari timeframe daily untuk menghindari kemungkinan fake signal. Jika Anda sudah terbiasa, silahkan gunakan timeframe di bawahnya (tidak disarankan pada timeframe di bawah H4).

  • Connector.

    Pahami Support dan Resistance

    Seperti disebutkan sebelumnya, untuk mengantisipasi kapan suatu trend akan berakhir Anda harus mengetahui letak titik harga resistansi dan support-nya. Hal tersebut dapat Anda lakukan secara manual ataupun menggunakan indikator seperti pivot point dan fibonacci retracement.

  • Connector.

    Waspadalah terhadap momen rilis berita fundamental

    Kemungkinan lonjakan harga di luar ekspektasi bisa saja terjadi sewaktu rilis berita berdampak besar (misalnya; NFP, Retail Sales, dsb.). Sebagai antisipasi, gunakan tool seperti kalender forex yang mencatat berita apa saja yang telah dijadwalkan dan kapan akan dikeluarkan.

Ketika pola hammer bullish terbentuk di dekat garis support. Gunakan limit order dengan posisi harga di antara badan dan harga low. Jika Anda menggunakan instant order, pastikan order buy hanya jika harga terkini telah berada di dekat harga tadi.

Pastikan posisi stop-loss terpasang beberapa pip di bawah ujung lower shadow (harga low). Setelah itu Anda bisa memasang TP (take-profit) berdasarkan fibbonaci retracement atau atas dasar kebijakan manajemen resiko Anda sendiri.

(Visited 30 times, 1 visits today)