Microsoft Bidik UKM dan Pelaku Bisnis lewat Bundel Software Microsoft 365

In Berita Terhangat dan Terkini by Kia Pratiwi

Microsoft baru-baru ini mengumumkan produk terbaru mereka yang diberi nama Microsoft 365. Produk berupa bundel software dari Microsoft untuk pelaku bisnis dan UKM ini terdiri atas OS Windows 10 dan sederet program Microsoft Office 365 lainnya yang tergabung dalam satu akun berlangganan. Penawaran ini merupakan strategi Microsoft untuk menggenjot penjualan produk berbasis cloud yang kini menjadi fokus dari devisi pemasaran mereka. Dikutip dari blog resmi Microsoft, raksasa perangkat lunak tersebut melihat skema berlangganan sebagai model bisnis masa depan dalam bisnis software modern. Tak hanya menyertakan OS Windows 10 dan sederet program Office saja, Microsoft 365 juga menawarkan program untuk keperluan bisnis lainnya seperti Microsoft Connections untuk membantu upaya pemasaran pengguna, Microsoft Listings guna membantu eksposur situs resmi perusahaan milik pengguna di jagat internet, dan Microsoft Invoicing yang dapat memperlancar proses penagihan serta penerimaan pendapatan perusahaan.

Microsoft makin condong ke skema berlangganan


Judson Althoff selaku Executive Vice President Microsoft menjelaskan bahwa Microsoft 365 merupakan usaha terbaru mereka untuk merancang, membangun, dan memenuhi kebutuhan pelanggan terhadap lingkup bekerja yang serba modern. “Ini adalah pendekatan yang lebih kohesif serta mencerminkan pergeseran mitra dan pelanggan bersama kami,” tulis Judson. Melalui produk terbaru ini, Microsoft tak hanya menawarkan cara yang lebih efisien melalui penyediaan sederet software buatan mereka dalam satu akun, tetapi juga kemudahan manajemen IT karena sentralisasi kendali software ke semua komputer milik perusahaan. Paket Microsoft 365 akan mulai diluncurkan pada 1 Agustus 2017 dengan harga bervariasi, mulai dari paket Enterprise hingga paket Business. Microsoft 365 for Business rencananya memiliki biaya berlangganan sebesar US$20 (sekitar Rp267 ribu) untuk satu akun pengguna, per bulan.

Model bisnis SaaS semakin dilirik banyak pihak


Wacana Microsoft untuk semakin serius menggeluti model bisnis software-as-a-service (SaaS) sebenarnya telah bergulir sejak lama. Model bisnis serupa juga telah diterapkan sejumlah pemain lainnya seperti Adobe, Autodesk, dan sebagainya. Model bisnis SaaS sempat mengundang perdebatan di ranah konsumen karena kepemilikan lisensi software tak sepenuhnya lagi menjadi hak pengguna. Meski demikian, dalam perkembangannya, model bisnis ini juga membuktikan manfaatnya sebagai solusi dalam mendapatkan program secara mudah, lengkap dengan dukungan teknis yang resmi, dan harga terjangkau.  Sejumlah pelaku bisnis software pun juga mulai memberlakukan model ini karena dianggap mampu memerangi pembajakan dan lebih menguntungkan dari segi bisnis. Hal tersebut bisa dilihat dari pencapaian Adobe yang sukses menggaet 9 juta pelanggan melalui bisnis Creative Cloud mereka. Tak heran jika kemudian model bisnis SaaS juga diterapkan sejumlah pelaku startup software bisnis di Indonesia seperti Telanta , Sleekr, dan lainnya.

(Visited 10 times, 1 visits today)