Mudahnya Menganalisa Pasar Finansial Dengan Support dan Resistance

In Strategy Trading by Della Fitriani

support dan resistance

Sudah berapa indikator yang anda gunakan dalam trading anda ? Atau bahkan mungkin sudah berapa banyak EA yang anda beli untuk membantu trading anda ? Mau sampai kapan anda akan mengandalkan indikator maupun EA tanpa dibantu dengan kemampuan anda untuk menganalisa pasar. Sebenarnya menganalisa pasar itu gampang – gampang susah, anda hanya perlu tahu dimana support dan resistannya untuk menentukan kapan harus buy dan kapan harus sell. Karena pada dasarnya hal tersulit dalam trading itu adalah menentukan kapan harus Buy dan kapan harus Sell. Sebelumnya mari kita kenalan dengan support dan resistan.

Apa itu Support ?

Support adalah suatu tingkat harga dimana biasanya terjadi tekanan jual yang diimbangi oleh pembelian ,sehingga harga menjadi balik arah ketas.
Support dibentuk dengan menggambarkan garis yang menghubungkan minimal 2 (dua ) titik terendah yang sejajar.

Apa itu Resisntance ?

Resistance adalah suatu tingkat harga dimana biasanya tekanan beli diimbangi oleh kenaikan penjualan,sehingga kenaikan harga dapat tertahan ,bahkan menjadi balik arah kebawah. Resistance dibentuk dengan menggambarkan minimal 2(dua0 titik tertinggi yang sejajar.

Support dan resistance merupakan istilah yang populer yang dalam dunia trading. Konon, trading tanpa menentukan support dan resistance akan menyebabkan kerugian. Namun benarkah demikian? Sebetulnya apa itu support dan resistance? Nah, kali ini kita akan belajar mengenali metode-metode support dan resistance untuk trading forex.

Cara Menentukan Support dan Resistance

Setelah memahami pengertian dari support dan resistance, kini saatnya Anda menentukan support dan resistance tersebut. Tahukah kalian ada banyak cara menentukan support dan resistance ? ada beberapa cara untuk menentukan support dan resistance. Mari kita membahasnya satu demi satu.

Metode ini merupakan cara sederhana untuk menentukan support resistance, dengan melihat data historis dimana harga-harga tertahan. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa langsung melihat saja dari gambar.

cara menentukan titik tertinggi dan terendahnya anda bisa menarik sendiri garis horizontal, tarik garis dari titik yang plaing terendah untuk garis upport nya dan titik yang paling tinggi untuk menentukan resistance nya.

Inti dari cara ini adalah Anda cukup melihat dimana harga banyak tertahan. Semakin besar timeframe yang digunakan, kecenderungannya akan semakin valid support dan resistance tersebut.

Jika anda tidak mau repot menarik garis sana garis sini dengan cara manual, anda bisa memanfaatkan indikator ini untuk mendapatkan support dan resistance dengan mudah. Hanya dalam sekali klik saja anda sudah bisa mendapatkan harga untuk support dan resistance. Fibonacci memiliki level-level yang biasa digunakan yakni level 0.0%, 23.6%, 38.2%, 50.0%, 61.8%, 76.4% dan 100.0%. Level-level tersebut kerap dijadikan sebagai acuan untuk menentukan area support dan resistance. Dengan menggunakan Fibonacci ini, Anda dapat mengambil beberapa level populer yang biasa dijadikan acuan untuk menentukan support dan resistance yakni 38.2%, 50.0% dan 61.8%. disinyalir di level-level tersebut seringkali muncul sinyal buy atau sell yang akurasinya cukup tinggi. Untuk memperjelas, Anda melihat gambar di bawah

Jika anda salah satu orang yang tidak percaya dengan indikator, anda bisa menganalisa sendiri harga support dan resistance anda dengan cara menghitung secara manual harag ayang akan menjadi support dan resistance.

Pivot point merupakan salah satu cabang dari analisa teknikal yang juga merupakan cara perhitungan untuk menentukan area support dan resistance. Pivot point bukan merupakan indikator, namun dapat dikatakan sebagai cabang dari analisa teknikal. Para trader biasanya menyebutkan pivot point sebagai support & resistance objektif.

Dasar perhitungan Pivot diperoleh dari penjumlahan harga high, low dan close kemudian di bagi 3

Pivot = ( H + L + C ) : 3

Namun ada pula yang menambahkan harga high, low, dan close periode sebelumnya, tambah open periode sekarang kemudian di bagi 4

Pivot = ( O1 + H + L + C ) : 4

Variasi yang lain adalah dengan cara menambahkan bobot yang dianggap penting, misalnya dengan cara lebih menekankan pada penutupan pasar

Pivot = (H + L + C + ) : 4

Penggunaan pivot point biasanya bersamaa dengan penggunaan support dan resistance yang berlapis bahkan hingga beberapa kali. Untuk menentukan level support dan resistance dapat menggunakan rumus bebagai berikut :

Resistance 1 = (2 x Pivot point) – L
Resistance 2 = Pivot point + (H – L)
Support 1 = (2 x Pivot point) – H
Support 2 = Pivot point – (H – L)

Cara pengunaan pivot point sama seperti penggunaan support dan resistance pada umumnya. Ketika harga pasar mendekati support, kemungkinan harga akan berbalik kembali ke atas. Namun jika, harga pasar berhasil menembusnya, maka tekanan bearish akan berlanjut menuju support berikutnya dan begitupun juga sebaliknya.

Moving average juga bisa berfungsi sebagai support dan resistance. Biasanya moving average sering disebut support dan resistance dinamis (dynamic support and resistance). Dinamakan demikian karena ia bergerak sesuai dengan pergerakan harga. Pada saat uptrend, Moving average berfungsi sebagai support. Sebaliknya pada saat downtrend, Moving average berfungsi sebagai resistance.

(Visited 32 times, 1 visits today)