Nilai Pasar Uang Elektronik Terus Naik, TrueMoney Siap Bermitra dengan Kompetitor

In Berita Terhangat dan Terkini by Kia Pratiwi

TrueMoney menyadari bahwa mereka bukan pemain pertama dalam menyediakan layanan uang elektronik di Indonesia. Oleh karena itu, mereka kini memilih merangkul penyedia layanan serupa ketimbang berkompetisi. Strategi merangkul kompetitor ini diungkapkan oleh Head of Product Management TrueMoney, Rio Da Cunha. Ia mengatakan pihaknya kini sedang menjajaki kerja sama dengan perusahaan telekomunikasi yang juga memiliki layanan uang elektronik. Rio mengatakan, TrueMoney memiliki kelebihan dibanding produk uang elektronik yang dimiliki operator seluler. Salah satu kelebihan yang ia sebutkan adalah kemampuan melayani isi ulang pulsa untuk semua operator. Saat ini baru beberapa uang elektronik milik operator seluler yang memiliki kemampuan serupa, seperti Smartfren melalui Uangku atau XL Axiata dengan XL Tunai.

TrueMoney tawarkan big data dari kemitraan

Kenapa enggak bersinergi saja? Karena dari tahun lalu kita sudah kerja sama dengan empat perusahaan telekomunikasi, tapi bukan untuk e-money. Kerja sama untuk stok pulsa. Selain membidik perusahaan telekomunikasi, TrueMoney juga mengincar kerja sama dengan pelaku startup, terutama yang bergerak di bidang lending. Bila bisa berkolaborasi, Rio yakin kedua belah pihak akan sama-sama untung karena mendapatkan big data.  Kolaborasi dengan mereka terkait database. Mereka butuh database kita, demikian sebaliknya. Tahun 2020 nanti, big data is the king. Bagaimana teman-teman fintech yang berurusan dengan lending akan melakukan credit scoring kalau mereka enggak punya big data?” jelas Rio. Rio menambahkan, saat ini TrueMoney sudah bekerja sama dengan sebuah e-commerce besar di dunia. Namun ia belum bisa menyebut nama e-commerce tersebut.
Nilai pasar uang elektronik mencapai ratusan miliar, dan terus tumbuh

Bank Indonesia (BI) mencatat penggunaan uang elektronik terus mengalami kenaikan, baik dari sisi jumlah kartu maupun transaksi. Menurut laporan BI, jumlah kartu uang elektronik meningkat jadi 52,7 juta per Januari 2017, lebih tinggi 50,21 persen dibandingkan Januari 2016. Volume dan nilai transaksi masing-masing juga tumbuh 41,48 persen dan 71,83 persen, menjadi 58,43 juta transaksi dengan nilai sebesar Rp665,79 miliar per Januari 2017. Dengan pertumbuhan yang sedemikian pesat, tak heran bila para penyedia layanan uang elektronik seperti TrueMoney terus melakukan inovasi demi menggaet konsumen dan memperluas jangkauan pasar. Tiga operator seluler terbesar di Indonesia yang memiliki layanan uang elektronik, yakni Telkomsel, XL, dan Indosat, bahkan sudah berkolaborasi meluncurkan layanan e-money interoperability atau layanan pengiriman uang elektronik lintas operator. Adapun mengingat nilai transaksi yang cenderung meningkat setiap tahunnya dan banyaknya pemain dalam layanan uang elektronik, pihak TrueMoney juga menawarkan manfaat serupa bagi kompetitor yang bersedia bekerja sama. Misal, nantinya TrueMoney bisa mengisi saldo e-Toll dari Bank Mandiri, Dompetku dari Indosat, atau T-Cash milik Telkomsel. Demikian juga sebaliknya.

(Visited 25 times, 1 visits today)