Pandangan masyarakat terhadap forex

In Panduan Forex Pemula by Della Fitriani

vision

Terdapat Pendapat di masyarakat bahwa lebih baik berinvestasi di sektor riil daripada sektor non riil. Karena sektor riil merupakan bidang-bidang yang ‘JELAS’ terlihat oleh masyarakat, seperti bidang penjualan produk dan jasa.

Jika memiliki dana yang berkelebihan, maka cenderung berinvestasi dalam bidang properti, pembelian Franchise. Kalaupun hendak berinvestasi di sektor non riil, maka saham dan reksa dana lebih dipilih dari pada forex trading. Alasannya, saham dan reksadana nampak ‘lebih riil’ dibanding forex.

Masyarakat dewasa ini lebih condong untuk berinvestasi pada sektor riil daripada sektor non riil. Mereka lebih condong untuk berinvestasi pada bidang-bidang yang jelas terlihat oleh pandangan masyarakat. Contohnya penjualan produk dan jasa. Kalaupun pada sektor non riil, saham dan reksa dana lebih dipilih dari pada forex trading. Alasannya, saham dan reksadana nampak ‘lebih riil’ dibanding forex.

Namun seiring dengan semakin meningkatnya kecerdasan masyarakat investasi Indonesia, forex trading akan menjadi salah satu alternatif utama investasi sektor non riil selain saham. Besarnya return yang dapat diberikan dan likuiditas forex trading menjadi salah satu keunggulan sektor investasi ini. Ditambah, pemerintah mulai berperan aktif sebagai regulator dalam produk perdagangan berjangka (seperti forex. komoditi dan index).

Ketakutan masyarakat terhadap Forex|

Ketakutan yang mendasar ialah mengenai prinsip “High Risk High Return” dari forex trading itu sendiri serta kurangnya edukasi pada investor sehingga menyebabkan kesulit bagi investor pemula dalam memprediksi pergerakan sebuah harga yang berakhir pada kerugian. Pada sisi high return forex trading menyebabkan siapa saja dapat memperoleh keuntungan besar hanya dalam tempo yang sangat singkat. Namun seperti pedang bermata dua, apabila kita dapat memperoleh keuntungan yang cukup besar maka resiko kerugian pun sama besarnya dan berbanding lurus dengan penguasaan teknik bertrading, informasi dan mental investor.

Persepsi Negatif mengenai trading

Persepsi Negatif mengenai trading ini berasal dari orang-orang yang Gagal dan Rugi. Mungkin awalnya karena tergiur dengan potensi keuntungannya yang besar tanpa mau belajar seluk beluk bisnis ini dengan serius kemudian mengalami kegagalan. Mereka tidak mengakui kesalahan tetapi mencari pembelaan dengan menjelek-jelekkan Bisnis Forex ini.

Orang lain ( bukan pelaku ) yang mendengar kisah kegagalan mereka langsung ikut mempercayai dan mengiyakan bahwa Trading memang bisnis yang jelek, lalu muncul pendapat Trading itu Judilah, Trading bisnis Tipu-tipu, bisnis yang merugikan, dan beberapa pendapat negatif lainnya.

Maka anggapan negatif ini semakin lama semakin banyak beredar dan berkembang di masyarakat. Itulah Asal mulanya mengapa persespi trading forex dimata masyarakat begitu negatif.

Terdapat pepatah lama yang mengatakan bahwa mereka yang mengetahui akan dikalahkan oleh mereka yang memahami. Mereka yang memahami akan dikalahkan oleh mereka yang menguasai. Mereka yang menguasai akan dikalahkan oleh mereka yang menyukai dan mereka yang menyukai akan dikalahkan oleh mereka yang menghayati. Saya rasa ini pun berlaku pada Forex Trading. Note :
(Visited 28 times, 1 visits today)