Pasca Lebaran, Nilai Tukar Rupiah Cukup Stabil

In Berita Fundamental Ekonomi by Kia Pratiwi

Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS pasca Lebaran terbilang cukup stabil. Menurut ekonom Sammuel Sekuritas Rangga Cipta yang dikutip oleh Antaranews, Rupiah masih berpeluang mempertahankan sentimen penguatan karena notulen FOMC The Fed terbaru menunjukkan keraguan terhadap laju kenaikan FFR (Fed Fund Rate atau suku bunga The Fed), karena dinilai terlalu cepat saat inflasi AS mulai melambat.

BI Optimistis Fundamental Ekonomi Pertahankan Kurs Rupiah


Pada hari Kamis (06/Jul) siang ini,kurs Rupiah terhadap Dolar AS di bank-bank, tampil sedikit menguat dengan diperdagangakan pada harga Rp13,363 dari sebelumnya di angka Rp13,365. Sedangkan jika dilihat dari grafik kurs USD/IDR Bloomberg, menjelang sore, Dolar mulai naik cukup tinggi menuju nilai Rp13,386.  Sementara itu, menurut Bank Indonesia (BI), fundamental ekonomi Indonesia saat ini cukup kuat. Meski kenaikan inflasi Indonesia pasca lebaran sempat menjadi kekhawatiran, BI menilai bahwa inflasi masih terjaga. Mereka optimistis ekonomi Indonesia tetap mampu mendukung penguatan Rupiah. Bulan Juni lalu, inflasi dilaporkan mencapai 0.69 persen, secara historis lebih rendah daripada inflasi periode Ramadhan dan Idul Fitri sebelumnya.
Indonesia secara umum baik. Kalau kita lihat indikator Indonesia yang sudah keluar inflasi. Itu kalau kita bandingkan dengan enam tahun terakhir, kalau di lebaran itu kondisinya (saat ini) kita lebih baik,” kata Gubernur BI Agus Martowardojo di Gedung BEI Selasa lalu, yang dikutip dari MetroTV News.

Kendati demikian, nilai tukar Rupiah masih punya potensi melemah karena tekanan eksternal. Kondisi ekonomi AS yang terus menunjukkan data yang lebih baik daripada ekspektasi, menjadi pendukung kenaikan suku bunga The Fed lagi. Hal itu, menurut BI, bisa saja memberikan pengaruh bagi Indonesia. Terlebih karena Dolar AS cenderung menguat karenanya. Apabila Dolar menguat, maka mata uang lain termasuk Rupiah bisa melemah. The Fed sendiri sudah menaikkan suku bunga dua kali tahun ini. Menurut Agus, sejauh ini ekonomi Indonesia tak begitu terpengaruh karena ekonomi internal sudah lebih baik. Meski begitu, pihaknya tetap mengantisipasi rencana pengurangan balance sheet the Fed yang ditengarai akan berimbas pada seluruh mata uang di dunia termasuk Rupiah.

(Visited 12 times, 1 visits today)