Pentingnya Berita Fundamental Dalam Trading Forex

In Tips Trading by Reza Pahlevi

Saat ini trading forex sudah menjadi bisnis serius dengan perputaran dana terbesar didunia. Seperti halnya bisnis serius dibidang lainnya, para pelakunya mesti selalu mengikuti perkembangan kondisi pasar dari waktu ke waktu. Trader forex profesional selalu menerapkan kombinasi analisa fundamental dan teknikal untuk menentukan waktu yang tepat dalam membuka posisi atau keluar dari pasar.

Analisa fundamental memberi informasi tentang penyebab gerakan harga pasar, sementara analisa teknikal menjelaskan akibat dari pergerakan harga. Terlepas dari perdebatan klasik tentang mana yang lebih unggul, mereka yang ingin serius dalam trading forex sebaiknya selalu mencermati dan mengikuti peristiwa ekonomi serta rilis berita fundamental sebagai salah satu acuan dalam strategi tradingnya.

Mata uang suatu negara adalah ikon yang mewakili negara tersebut, dan sehat atau tidaknya ekonomi negara tersebut tercermin dalam nilai mata uangnya. Indikator ekonomi adalah ukuran yang menunjukkan kesehatan suatu sistem perekonomian. Adalah penting bagi trader untuk selalu mengikuti perkembangan peristiwa ekonomi global yang sangat berpengaruh pada pasar forex, disamping memperhatikan jadwal rilis beberapa indikator yang dianggap penting oleh para pelaku pasar. Ada banyak situs sebagai referensi yang memberikan jadwal rilis data fundamental secara real-time dengan rincian mata uang dan waktu rilis, lengkap dengan prediksi para analis (forecast atau consensus) dan data rilis sebelumnya sebagai acuan.

Kondisi pasar saat sekarang akan berpengaruh pada berita fundamental mana yang akan paling direspon pasar dan tentu saja indikator ekonomi mana yang paling berpengaruh. Misalnya ketika Amerika Serikat sedang mengalami defisit perdagangan yang cukup besar, pelaku pasar akan mencermati data neraca perdagangan. Rilis berita mengenai hal ini akan menyebabkan volume perdagangan dan pergerakan harga yang besar.

Disaat ekonomi Amerika Serikat sedang tumbuh pesat dengan tingginya indikator data tenaga kerja, pasar tidak fokus pada data pengangguran. Keadaan perekonomian suatu negara berubah-ubah setiap saat. Defisit perdagangan Amerika Serikat yang besar bisa memperlemah US dollar, dan jika US dollar lemah pelaku pasar akan mengalihkan perhatiannya pada tingkat inflasi dengan mencermati rilis data CPI guna mengantisipasi tingkat suku bunga yang akan diputuskan oleh The Fed.
Pada umumnya, saat ini indikator ekonomi yang selalu jadi perhatian pasar adalah yang menyangkut tingkat suku bunga, inflasi, data tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi.

Rilis data aktual adalah hasil data yang baru dirilis, dan consensus atau sering disebut juga forecast adalah prediksi dari para analis yang juga pelaku pasar, dan bisa dianggap harapan atau ekspektasi pasar tentang berita tersebut. Hasil rilis data itu sendiri tidak begitu penting, yang penting apakah hasil rilis tersebut sesuai dengan harapan pasar. Jika ada perdedaan yang sangat menyolok antara data aktual yang dirilis dan yang diharapkan pasar, harga akan bergerak dengan volatilitas yang cukup tinggi. Misalnya jika data CPI sebelumnya 0.2%, maka rilis data aktual pada angka 0.3% sangat penting artinya jika kita telah tahu pasar mengharapkan data CPI bulan ini pada angka 0.1%. Bergantung pada metode dan strategi trading, kita bisa masuk pasar sesaat sebelum rilis berita (dengan pending order), atau beberapa saat setelah rilis berita.

Note :
Membuka posisi tepat pada saat rilis berita adalah riskan karena selain sulit masuk berhubung padatnya pengguna jaringan on-line juga sering terjadi slippage atau loncatan harga sehingga harga yang kita peroleh meleset dari yang kita inginkan. Untuk melihat pengaruh jangka panjang dari rilis sebuah berita yang tidak sesuai dengan harapan pasar, biasanya trader menunggu sekitar 30 menit setelah rilis berita. Demikian pula bagi trader yang menghindari buka posisi saat rilis berita.

Analisa teknikal tidak akan bekerja jika faktor fundamental sedang menjadi fokus utama para pelaku pasar. Pasar menjadi sensitif dengan perkembangan berita fundamental yang sedang menjadi isu. Dengan motivasi memperoleh profit yang lumayan dan agak bersifat spekulatif trader biasanya akan masuk pasar pada saat rilis berita non farm payrolls Amerika Serikat dan pengumuman tingkat suku bunga The Fed atau BoE. Saat rilis berita-berita tersebut pasar cenderung tidak lagi mematuhi aturan analisa teknikal. Spekulasi massal yang terjadi membuat trader berusaha mendapatkan harga yang terbaik untuk membuka posisi trading daripada melihat posisi indikator moving average atau stochastic oscillator.

(Visited 22 times, 1 visits today)