Perbedaan Trading Forex Dan CFD

In Panduan Forex Pemula by Reza Pahlevi

forex-cfdDalam melakukan trading Forex (Foreign Exchange) dan CFD (Contract For Difference), kedua transaksi instrumen investasi ini sepintas terlihat hampir sama. Keduanya sama-sama melibatkan proses eksekusi trading yang sama, menggunakan spread sebagai ‘cost of trading’, platform yang digunakan pun sama (metode harga dan grafiknya), keduanya pun diperdagangkan secara OTC (Over-The-Counter). Namun, jika kita ‘kuliti’ lagi, terdapat sekian perbedaan menyolok antara trading forex dan CFD. Beberapa aspek yang membedakan trading forex dan CFD antara lain dari aspek jenis produk dan layanan trading, faktor yang mempengaruhi pasar trading, serta aspek alasan para investor dalam memilih bertrading forex atau CFD, yang diuraikan berikut ini.

Trading Forex telah spesifik memfokuskan pada perdagangan mata uang asing (valas). Metode trading forex mengkalkulasikan selisih ‘pairing’ valas yang diperdagangkan. Sementara, CFD menyajikan bervariasi produk dan layanan trading berupa kontrak derivatif dari beberapa instrumen finansial seperti komoditas energi dan logam, saham, indeks, ekuitas, dan termasuk forex juga. Jadi, Anda bebas memilih kontrak atau trading dengan beragam mata uang dan nilai kenaikan (increment value) tergantung pada wilayah negara di mana aset-aset trading CFD berasal.

Dalam bertrading forex maupun CFD, terdapat dinamika pasar yang dipengaruhi beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut cenderung berbeda untuk trading forex dan CFD. Dalam trading forex, bursa tradingya secara umum terjadi dinamika (fluktuasi) yang biasanya dipengaruhi oleh situasi dan peristiwa global. Trading yang melibatkan kurs valas ini sangat dipengaruhi oleh faktor kondisi perpolitikan dan keamanan internasional, bencana alam maupun perang, kesejahteraan dan pembangunan perekonomian global, tata kelola Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Alam (SDA) sebagai faktor produksi ekonomi suatu negara yang bertrading forex. Untuk trading CFD, faktor-faktor yang mempengaruhi bursa tradingnya lebih spesifik mengarah ke kondisi permintaan dan penawaran komoditi atau perubahan tren dari sektor bisnis komoditi yang diperdagangkan melalui kontrak CFD. Contoh faktor-faktor yang berdampak pada trading CFD yaitu fluktuasi bursa saham dan obligasi, lalu adanya perubahan harga internasional untuk produk atau komoditi yang paling tinggi permintaannya.

Perbedaan antara trading forex dan CFD juga terletak pada alasan investor dalam memilih berinvestasi dalam bentuk forex atau CFD. Mayoritas investor memilih trading forex, disebabkan oleh beberapa alasan seperti untuk tujuan ‘hedging’, spekulasi, namun yang paling utama ialah untuk kegiatan investasi dan perdagangan internasional. Perdagangan valas ini dilakukan oleh bank sentral, para investor institusional, dan para spekulator kecil (ritel). Forex juga diperdagangkan di pasar CFD, namun mayoritas diperdagangkan bank dan broker forex. Para investor atau trader kecil biasanya memilih kontrak forex yang tersedia dalam unit mini dan mikro. Kemudian, alasan bagi para investor yang bertrading CFD umumnya didasari atas ketertarikan akan spekulasi finansial atau ‘hedging’. CFD dieksekusi dengan perpindahan dana dari tangan ke tangan, tapi tidak terdapat hak kepemilikan atas aset pokok yang disalurkan.

Posisi trading CFD baik ‘short positions’ maupun ‘long positions’ dapat dibuka tergantung pada sentimen aset dari seorang trader. Alasan investor bertrading CFD yang ditujukan untuk ‘hedging’ yakni untuk melindungi nilai investasi ekuitas dan komoditasnya menggunakan kontrak CFD tersebut. Walaupun bisa juga investor bermotivasi spekulasi, karena ingin bisa bertrading saham-saham dari negara lain tanpa modal besar.

Note :
Itulah beberapa poin yang membedakan trading forex dan CFD yang masih ‘kabur’ bagi sebagian trader. Maka, uraian dapat menjadi referensi anda para trader untuk memutuskan pilihan bijak untuk melangsungkan aktivitas trading anda, forex atau CFD. Selamat bertrading!
(Visited 13 times, 1 visits today)