Pokok Pokok Analisa Fundamental

In Panduan Forex Pemula by Reza Pahlevi

Analisa-FundamentalAnalisa fundamental merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam trading di pasar forex. Analisa fundamental tidak hanya fokus pada rilis data fundamental atau peristiwa ekonomi penting, tetapi juga pada berbagai aspek yang mempengaruhi perekonomian suatu negara termasuk peristiwa politik, regulasi sistem keuangan, pengaruh sosial dan berbagai aspek kehidupan dalam masyarakat. Pada kenyataannya, analisa fundamental memiliki lebih banyak indikator dibandingkan dengan analisa teknikal, namun dalam prakteknya hanya beberapa indikator penting yang berdampak terhadap pergerakan mata uang saja yang perlu diperhatikan para trader. Artikel ini mengulas secara singkat pokok-pokok analisa fundamental yang perlu diketahui dalam trading di pasar forex.

Ekonomi makro adalah dasar analisa fundamental. Mengetahui siklus ekonomi yang sedang terjadi, kebijakan pemerintah suatu negara dalam mengendalikan tingkat inflasi, memacu pertumbuhan ekonomi, mengatur anggaran belanja dan pemasukan negara yang antara lain melalui pendapatan pajak. Seluruh proses tersebut merupakan rangkaian yang bisa mempengaruhi pergerakan nilai uang suatu negara terhadap mata uang negara lain. Situasi politik global juga mempengaruhi fluktuasi mata uang utama dunia. Misalnya era inflasi tinggi tahun 1970-an adalah akibat kejadian-kejadian politik yang mempengaruhi fundamental ekonomi negara-negara besar, demikian juga hyper-inflasi di Jerman pasca perang dunia pertama. Namun demikian ketika kondisi politik global relatif tidak bergejolak, perekonomian cenderung tumbuh seiring dengan inovasi baru di bidang teknologi yang memacu produktivitas tinggi (fase booming), hingga cenderung meninmbulkan keadaan bubbles (menggelembung tak terkendali) dan pada akhirnya menyebabkan kontraksi. Siklus ekonomi tersebut sangat mempengaruhi iklim investasi dan juga pergerakan nilai mata uang. Ketika fase booming telah usai, aktivitas spekulasi dan investasi biasanya menurun dan permintaan mata uang juga berkurang.

Kebijakan moneter bank sentral berpengaruh langsung terhadap nilai tukar mata uang suatu negara. Yang paling diperhatikan pelaku pasar forex adalah tingkat suku bunga. Jika bank sentral menaikkan suku bunga maka permintaan mata uang negara tersebut akan meningkat hingga nilai tukarnya terhadap mata uang negara lain akan menguat, sebaliknya bila bank sentral menurunkan tingkat suku bunga. Perbedaan tingkat suku bunga yang cukup besar antara 2 negara cenderung menyebabkan carry trade. Dalam menentukan tingkat suku bunga biasanya bank sentral melihat pada tingkat inflasi dan pertumbuhan, dengan mengatur jumlah uang yang beredar.

Ketika perekonomian mengalami kontraksi atau menuju ke tanda-tanda resesi maka bank sentral bisa menerapkan kebijakan quantitative easing guna meningkatkan jumlah uang beredar seperti yang sekarang terjadi di Jepang, Amerika Serikat, Inggris dan Swiss. Selain itu peringkat kredit suatu negara yang merupakan acuan kepercayaan investor juga penting untuk diperhatikan. Jika sebuah lembaga atau perusahaan pemeringkat kredit terpercaya menurunkan rating kredit atau obligasi suatu negara maka sentimen pasar terhadap mata uang negara tersebut akan cenderung negatif.

Neraca pembayaran meliputi neraca perdagangan, investasi suatu negara di negara lain dan investasi asing di negara tersebut. Neraca perdagangan adalah perbandingan antara besarnya total ekspor dan total impor negara tersebut. Neraca perdagangan dikatakan surplus jika ekspor lebih besar dari impor, dan disebut defisit jika yang terjadi sebaliknya. Walaupun saat ini neraca perdagangan kurang berdampak langsung pada pergerakan harga di pasar forex, namun perubahan nilai ekspor dan impor tetap penting untuk diketahui. Ekspor yang meningkat mengindikasikan level produksi yang meningkat yang akan mempengaruhi tingkat pertumbuhan ekonomi.

(Visited 24 times, 1 visits today)