PopLegal Bantu Masyarakat Buat Dokumen Hukum Lewat Platform Online

In Berita Terhangat dan Terkini by Kia Pratiwi

Sempat berkarier sebagai Head of Legal di sebuah perusahaan elektronik global, Dimas Prasojo banyak menangani hal-hal di perusahaan yang berhubungan dengan legalitas, perizinan, perjanjian, dan produk hukum lainnya. Dari pengalamannya, Dimas menemukan salah satu permasalahan yang cukup menonjol di Indonesia. Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap hukum. Menurut Dimas, salah satu penyebabnya adalah masyarakat merasa bahwa hukum itu mahal dan berada di luar jangkauan mereka. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, Dimas kemudian mendapatkan ide untuk mendirikan PopLegal pada November 2015.

Penyedia akses hukum berbasis teknologi


PopLegal adalah platform online untuk membantu masyarakat yang ingin mengurus dokumen bisnis dan legal, namun aksesnya terbatas. Mereka memanfaatkan bantuan teknologi untuk mempercepat dan mempermudah proses pembuatan dokumen-dokumen hukum. Kami percaya bahwa pengetahuan hukum dan kemajuan teknologi adalah kombinasi terbaik untuk menghadirkan sebuah solusi yang dicintai dan dibutuhkan oleh masyarakat secara luas,” ujar Dimas. Menurut Dimas, kurangnya kesadaran masyarakat dan terbatasnya akses terhadap pembuatan dokumen bisnis juga salah satunya disebabkan oleh kurangnya jumlah ahli hukum atau advokat. Saat ini rasionya adalah satu advokat untuk sepuluh ribu penduduk, sementara di Amerika, rasionya adalah satu advokat untuk 250 penduduk,” jelas Dimas.

Oleh karena itu, platform ini tidak hanya membantu masyarakat dalam membuat dokumen hukum, namun juga menyediakan informasi terkait permasalahan hukum yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Kamu dapat mengakses informasi membuat dokumen melalui situs resmi PopLegal.

Dari perjanjian pra-nikah hingga izin mendirikan usaha


Target utama PopLegal saat ini adalah usaha kecil menengah (UKM) dan startupOleh karena itu, template dokumen yang disiapkan oleh PopLegal pun kebanyakan masih berkaitan dengan kebutuhan mendirikan UKM atau startup.  Akan tetapi, mereka juga melayani pembuatan dokumen hukum lainnya, bahkan yang bersifat personal. Dokumen yang tersedia di antaranya adalah perjanjian pra nikah, perjanjian saat memulai perusahaan, perjanjian kerjasama, perjanjian tenaga kerja, dan berbagai dokumen hukum bisnis baik untuk perusahaan maupun personal lainnya. Jika perlu membuat perjanjian, pengguna hanya perlu mendaftar di PopLegal. Kemudian, kamu bisa memilih dokumen dan melengkapi sejumlah informasi yang diperlukan. Untuk setiap dokumen, kamu akan dikenakan tarif mulai dari Rp50 ribu hingga Rp150 ribu. Menurut Dimas, dokumen-dokumen tersebut sudah divalidasi oleh sebuah kantor hukum. Sehingga, dokumen yang kamu dapatkan melalui platform ini memang sudah terjamin kekuatan hukumnya.

Produk terbaru akan bantu startup dan UKM urus izin usaha


Saat ini PopLegal telah memiliki empat produk utama. Yaitu, PopDocs, PopSupport, PopDMS (Document Management System), dan PopInc. PopDocs adalah layanan pembuatan dokumen secara online yang bisa kamu lakukan dengan mengisi semacam formulir online. Sementara PopSupport adalah layanan konsultasi permasalahan hukum dengan praktisi hukum. PopDMS adalah layanan yang memanfaatkan SaaS (software as a service) untuk berbagi, mendiskusikan, serta melakukan pengubahan pada dokumen tertentu. Produk terbaru mereka adalah PopInc. Layanan ini ditujukan untuk startup atau UKM yang mau mengurus izin perusahaan. Cukup mengisi form, lalu PopLegal akan menyediakan dokumen-dokumen yang diperlukan. Selebihnya, PopLegal akan mengurus seluruh berkas-berkas administrasi lain sampai selesai, dengan jangka waktu kurang lebih satu bulan.

Berjalan tanpa promosi, raih ratusan pengguna


Menurut Dimas, saat ini PopLegal belum mengeluarkan biaya promosi untuk memasarkan produk, “karena saat ini target utama kami adalah untuk menyelesaikan seluruh sistem dengan sempurna sebelum dilepas ke pasar,” tambahnya. Selama masa promosi gratis ini, Dimas menyatakan bahwa PopLegal telah memiliki lebih dari 250 pengguna terdaftar dan 176 dokumen yang diunduh.

Startup lulusan GnB Accelerator angkatan kedua ini resmi beroperasi pada 22 Februari 2017. PopLegal didirikan oleh Dimas Prasojo yang kini memegang posisi President Director,Brilly Andro selaku VP of Innovation, dan Togi Pangaribuan yang berperan sebagai Advisor. PopLegal sendiri hingga saat ini telah berhasil mengantongi pendanaan sebesar US$150 ribu (sekitar Rp2 miliar). US$50 ribu didapat dari GnB Accelerator yang bekerjasama dengan Fenox Vanture, dan US$100 ribu berasal dari beberapa angel investor yang juga merupakan advisor PopLegal dari segi legal dan bisnis,” jelas Dimas.

(Visited 15 times, 1 visits today)