Profit Membuat Anda Rapuh

In Management Resiko Trading by Reza Pahlevi

Setiap trader pasti memiliki kemampuan untuk transaksi sesuai dengan karakter masing-masing. Banyak yang rugi, namun tidak sedikit pula yang bisa menghasilkan profit setiap hari. Nah, perjalanan trader akan selalu diiringi dengan profit dan rugi, sehingga wajar saja bila hal tersebut selalu ada pada setiap transaksi.

165125803Namun, ketika mengalami suatu gelombang positif, profit yang berlimpah, dan transaksi yang selalu hijau, trader kerap menjadi lengah akan posisi trading selanjutnya. Sifat alamiah ini akan membawa dampak buruk terhadap kinerja yang akan datang. Lho, bukankah profit itu bagus karena menandakan keberhasilan posisi kita? Kenapa malah berakibat buruk? Dikarenakan kecenderungan untuk selalu mengejar profit, trader akan cepat puas pada kinerja tradingnya, lupa bahwa kondisi market tidak akan selalu sama, dan pada akhirnya meremehkan resiko di trading-trading berikutnya. Berikut ini 2 hal yang mampu menjelaskan proses dari pengaruh buruk profit pada trading Anda.

Ketika trader mengalami suatu kemenangan mudah atas transaksinya, maka kecenderungan akan hilangnya disiplin trading semakin besar. Kemenangan mudah maksudnya di sini adalah hasil profit yang tidak direncanakan. Bisa jadi karena trader sedang beruntung atau memperoleh keuntungan yang lebih banyak dari target perkiraan. Kondisi seperti ini memang bisa terjadi karena kondisi market juga sering memberikan kejutan. Namun hal ini juga berpotensi membuat trader jadi tidak disiplin dengan sistemnya. Trader bisa saja berpikir, “tanpa susah-susah menyusun rencana saja sudah bisa profit, jadi kenapa harus mengatur banyak macam untuk trading kedepannya?” Sikap ini menjadikan hal terburuk menerpa psikologis trader dalam open posisi berikutnya. Semakin banyak profit, trader merasa seakan-akan sudah menguasai market 100 persen dan hasil transaksi akan dipublikasikan pada forum-forum yang ia singgahi. Sehingga ia lupa jika risiko yang mengintai selalu ada di belakang transaksinya.

Dalam kondisi seperti ini, money management mulai dilupakan, dan manajemen risiko pun mulai diacuhkan. Karena segala transaksi bisa profit dengan mudah tanpa harus analisa secara lebih cermat dan memusingkan. Perhatian trader akan terpusat pada profit yang akan didapat. Begitu terjadi loss, maka trader baru menyadari ternyata pembukaan posisi sebelumnya membawa dampak sangat riskan yang berakibat pada hilangnya dana. Biasanya trader sendiri akan menyadarinya ketika stop loss sudah kena, atau floating sudah membesar, dan bahkan MC sudah tak terelakkan. Dengan adanya loss tersebut, diharapkan tingkat kewaspadaan trader meningkat dan selalu siap terhadap segala macam risiko yang menyelimuti. Pertimbangan demi pertimbangan hendaknya selalu diprioritaskan dalam setiap klik open posisi untuk menjaga keselamatan account.

Trader memiliki tingkat kerapuhan dalam diri mereka masing-masing. Bukan pada saat ia mengalami loss besar atau kerugian, namun pada saat profit yang terus menerus didapatkan. Saat semua transaksi selalu profit dan gampang dicari, maka trader akan mudah menyimpang dari disiplin trading. Keyakinan trader pada sistem juga mulai rapuh dan akibatnya menjadikan trader terlalu percaya diri dalam menghadapi pasar. Untuk itu, sikapilah profit, baik yang sesuai target maupun tidak, secara wajar dan tidak terlebihan. Sebisa mungkin batasi diri agar tidak terjebak dalam euforia profit yang kelak akan mendatangkan bencana pada keselamatan akun trading.

(Visited 15 times, 1 visits today)