Sebelum Akhir Tahun, Harga Minyak Bisa Capai US$ 60 per Barel

In Berita Fundamental Ekonomi by Della Fitriani

Harga minyak bisa mencapai level US$ 60 per barel pada tahun ini jika permintaan akan minyak mentah terus meningkat dan pengurangan produksi oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) terus berjalan.

Dilangsir Reuters Senin (10/7/2017), berdasarkan laporan dari Barron yang mengutip penelitian analis energi senior Citigroup Eric Lee, penurunan harga minyak dalam beberapa pekan terakhir hingga mencapai kisaran US$ 44 per barel merupakan pelemahan jangka pendek.

Harga minyak akan kembali naik secara perlahan seiring dengan perbaikan perekonomian beberapa negara sehingga meningkatkan permintaan akan minyak mentah. Lee memproyeksikan permintaan akan minyak mentah di kisaran 97,3 juta barel per hari. Angka tersebut cukup tinggi jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang ada di angka 96 juta barel per hari.

Penurunan tajam harga minyak mentah ternyata berdampak kepada saham perusahaan Arab Saudi

Penurunan tajam harga minyak mentah ternyata berdampak kepada saham perusahaan Arab Saudi. Seperti saham Advanced Petrochemical menjadi perusahan Arab pertama yang melaporkan mengalami penurunan saham.

Advanced Petrochemical mengalami menurunan saham mencapai 0,7 persen setelah harga minyak drop. Padahal saham tersebut baru mengalami kenaikan sebanyak satu persen saja pada kuartal kedua.

Delapan dari 14 produsen petrokimia lainnya juga turun dan menyeret Tadawul All Share Index (TASI) 0,5 persen lebih rendah. Riyad Capital memperkirakan pendapatan bersih sektor petrokimia menyusut 13 persen dari tahun ke tahun.

“Kami memperkirakan marjin akan turun karena produk terus melemah sementara penutupan bisa membatasi sektor yang terkena dampak”Riyad Capital
(Visited 13 times, 1 visits today)