Stok AS Masih Meninggi, Harga Minyak Susah Naik Lagi

In Berita Fundamental Ekonomi by Reza Pahlevi

Pada hari Selasa kemarin, harga minyak sempat bergerak naik dari level rendah satu bulannya, tetapi kembali dihantam oleh kabar kenaikan persediaan (inventory) minyak mentah Amerika Serikat. Dalam laporan pekanan American Petroleum Institute (API) tadi malam, inventory meningkat untuk kesepuluh kalinya dalam 17 minggu terakhir. Pada Rabu pagi ini (26/4), Brent diperdagangkan di kisaran $52 per barel, sedangkan WTI di kisaran $49.45 per barel.

API melaporkan terjadi kenaikan stok minyak mentah sebanyak 897,000 barel di negeri Paman Sam, padahal analis mengharapkan terjadi penurunan 1.6 juta barel. Persediaan Gasolin juga meroket sebanyak 4.4 juta barel, padahal minggu sebelumnya sudah tercatat naik 1.374 juta barel. Hal ini memunculkan kekhawatiran kalau-kalau laporan versi US Energy Information Administration (EIA) yang akan dirilis Rabu malam nanti juga bakal menunjukkan peningkatan.

239124469Laporan persediaan minyak mentah AS pekanan versi API dan versi resmi rilisan EIA tak selalu selaras, tetapi sejak awal tahun 2017 sama-sama menunjukkan tren stabil di level tinggi. Dikhawatirkan, minggu ini pun EIA bakal mengeluarkan data yang berbeda dari perkiraan, sebagaimana terjadi minggu lalu.

“Kita sudah melihat (jumlah) sumur pengeboran meningkat dalam 14 pekan terakhir, dan jika kita terus melihat tren ini, maka itu bisa menekan harga minyak mentah,” ujar Tariq Zahir dari Tyche Capital Advisors. Pada hari Sabtu dini hari lalu, Baker Hughes mempublikasikan laporan yang memuat data peningkatan jumlah sumur pengeboran minyak di AS sebanyak 5, atau naik dari 683 ke 688. Ini merupakan angka tertinggi sejak 2015.

Informasi
Lebih lanjut, Zahir mengungkapkan, “Kita melihat lebih sedikit permintaan (Bahan Bakar Minyak) pekan lalu, yang membuat (persediaan) meningkat, dan ini bisa berlanjut seiring pekan demi pekan berlalu.”
(Visited 18 times, 1 visits today)