STRATEGI MENGGUNAKAN TREND LINE

In Strategy Trading by Della Fitriani

strategi

Trendline merupakan salah satu alat yang paling sederhana dalam analisis teknikal. Namun jangan tertipu pada penampilannya yang sederhana itu, sebab di balik kesederhanaannya tersimpan potensi yang besar untuk menghasilkan keuntungan bagi transaksi Anda.

“Trendline? Sungguh?” Mungkin pertanyaan itu yang berkecamuk di pikiran Anda saat ini.

Ya. Trendline. Sungguh. Percayalah.

Pernah dengar ungkapan “the trend is your friend”? Trend harga adalah teman Anda. Jangan bermusuhan dengan trend karena itu hanya akan membuat Anda kepayahan dalam trading, bahkan berujung kehancuran. Anda tak akan pernah bisa mengalahkan pasar. Yang bisa Anda lakukan adalah mengikuti ke arah mana pasar bergerak. Itulah satu-satunya cara yang paling aman.

Trendline menawarkan berbagai kegunaan praktis antara lain:

Dua garis trendline dapat ditarik secara searah untuk mengilustrasikan suatu Channel (kanal) pergerakan harga. Idealnya, kanal akan memberikan petunjuk seberapa kuat atau lama suatu trend akan berjalan.

1

Dua garis pada kanal yang terbentuk di atas juga dapat digunakan sebagai garis petunjuk batas resistance dan support. Jika pergerakan harga menembus salah satu garis secara prematur maka bisa dibilang trend pada saat itu bersifat hanya sementara (lemah).

Menurut konsep umumnya, harga akan bergerak naik-turun di dalam kanal trendline. Sehingga Anda dapat menggunakan momentum untuk melakukan order buka posisi (open position).

Momentum tersebut biasanya muncul ketika harga bergerak mendekati batas support atau resistance. Anda bisa membuka posisi saat pergerakan harga akan mengalami reversal.

2

Jika Anda merasa membuka posisi berdasarkan sinyal reversal terlalu beresiko, maka Anda bisa mengikuti arah pergerakan harga terkini sebagai sinyal kelanjutan trend.

Trader juga dapat menggunakan trendline berbentuk kanal seperti di atas untuk mengetahui kapan momen paling tepat untuk menentukan exit position (TP, take profit). Perhatikan bahwa harga kemungkinan akan mengalami bouncing (memantul) mendekati salah satu garis. Oleh karena itu, kanal trendline dapat dipakai sebagai panduan dalam menentukan exit sebagai bagian dalam disiplin manajemen resiko Anda.

(Visited 28 times, 1 visits today)